Breaking News:

Berita Bangli

Semua Pedagang di Kabupaten Bangli Telah Divaksinasi, Target PAD Belum Tercapai

Pelaksanaan vaksinasi massal dengan sasaran para pedagang di Kabupaten Bangli sejatinya telah tuntas dilakukan.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli, I Wayan Gunawan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pelaksanaan vaksinasi massal dengan sasaran para pedagang di Kabupaten Bangli sejatinya telah tuntas dilakukan.

Meski demikian, hal tersebut belum bisa mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diraup dari retribusi pasar.

Usut punya usut, kondisi ini dikarenakan pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah diperpanjang berkali-kali.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli, I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi Jumat 3 September 2021 mengungkapkan, sejauh ini hampir semua pedagang pasar sudah divaksin.

Baik di Pasar Kidul Bangli, Pasar Kayuambua Susut, Pasar Singamandawa Kintamani, termasuk Pasar Yangapi Tembuku.

“Total ada 2232 pedagang dari empat pasar tersebut. Vaksinasi ini tidak hanya menyasar pedagang, namun juga pengelola pasar berjumlah 48 orang,” sebutnya.

Baca juga: Insentif Nakes Tak Cair Merembet ke 4.000 PNS, Kepala BKPAD Bangli: Ada Proses Administrasinya

Kendati seluruh pedagang sudah divaksin, Gunawan tak memungkiri kebijakan PPKM level 4 yang berlaku di Bangli sangat berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi di pasar.

Pasalnya, kebijakan ini menyebabkan para pedagang tidak bisa beraktifitas secara maksimal.

“Tentu nanti akan berpengaruh terhadap retribusi di pasar, bisa jadi penurunan retribusi. Kalau naik rasanya tidak mungkin, sepanjang situasinya seperti ini. Karena masyarakat dengan instruksi pemerintah, aktifitasnya dibatasi selain untuk memenuhi kebutuhan pokok. Otomatis dengan pemberlakukan PPKM ini jarang orang ke pasar, dan retribusi pasti menurun,” ujarnya.

Baca juga: Penyandang Disabilitas di Bangli Dapat Bantuan Sembako Setelah Divaksin

Berdasarkan data, hingga akhir bulan Agustus 2021 realisasi retribusi dari empat pasar di Bangli baru mencapai 50,55 persen atau sebesar Rp1,2 miliar, dari total target sebesar Rp2,4 miliar.

Dalam hal ini, Gunawan mengaku belum ada rencana melakukan penurunan target.

Sebab penurunan target tidak bisa serta merta, harus melalui proses review.

“Memang pada APBD perubahan kemarin, posisi Bangli sudah berada di PPKM Level 4. Namun berdasarkan perkembangan kasus di Bangli, jumlahnya cenderung menurun. Sehingga ada harapan target yang telah disusun bisa terpenuhi hingga akhir tahun. Kami juga berharap agar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu. Sehingga aktifitas masyarakat kembali normal, dan perekonomian kembali meningkat,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved