Breaking News:

Berita Bangli

Tingkat Keterisian Tempat Isolasi Terpusat di Bangli Terus Menurun

Dia menjelaskan, saat ini tersisa 19 orang yang menjalani isolasi terpusat (isoter) di Gedung Diklat RSJ Bali.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: DionDBPutra
TRIBUN BALI/M FREDEY MERCURY
Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI –Tingkat keterisian tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Bangli terus menurun belakangan ini.

Demikian pula dengan jumlah kasus aktif Covid-19. Hal tersebut disampaikan Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa 7 September 2021.

Dia menjelaskan, saat ini tersisa 19 orang yang menjalani isolasi terpusat (isoter) di Gedung Diklat RSJ Bali. Kapasitas tempat tidur di tempat itu berjumlah 96 unit.

“Itupun mereka akan terus dipulangkan secara bergiliran sesuai jadwal. Astungkara, jumlahnya terus menurun,” ungkapnya.

Baca juga: Sertifikat Tanah Pasar Singamandawa Kintamani Hilang, BPN Bangli Lakukan Pengukuran Lahan Ulang

Baca juga: Sudah Tiga Bulan Tak Ada Setoran untuk PAD Bangli dari Penyewaan Alat Berat

Selain itu, kata Dirgayusa, warga Bangli yang menjalani isolasi terpusat berbasis desa adat juga terus menurun. Ia menyebut isoter berbasis desa sebelumnya sempat mencapai angka 400 orang lebih.

Namun, saat ini tinggal 300-an orang. Walau demikian, mantan Camat Kintamani itu mengimbau masyarakat tidak lengah dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Mengenai Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit di daerah itu, Dirgayusa mengatakan jumlahnya masih tergolong fluktuatif dalam sepekan. Sedangkan rekomendasinya harus di bawah 70 persen.

“BOR kita kadang di atas 70 persen, kadang di bawah 70 persen. Angka tertinggi BOR di Bangli sekitar 96 persen dua minggu lalu,” ujarnya.

Baca juga: Pra TMMD ke-112, TNI AD Bersama Warga Bersinergi Bangun Senderan di Bangli

Mengenai upaya Satgas untuk menurunkan level PPKM di Bangli, Dirgayusa mengatakan pengendalian dan pengawasan isolasi warga yang terpapar Covid-19 tetap dilakukan oleh petugas keamanan secara melekat.

Begitupun terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial lainnya.

“Selain itu tindakan-tindakan penyekatan maupun penebalan hingga pemberian tindakan pelanggar protokol kesehatan juga sudah dilakukan. Itu semua upaya pengendalian kasus Covid-19 di Bangli dengan harapan mampu menurunkan level kasus,” tandasnya.

Kementerian Dalam Negeri telah memperbaharui zona penerapan PPKM di Jawa dan Bangli melalui Inmendagri 30 tahun 2021. Sampai saat ini seluruh wilayah Bali masih berada di level 4 PPKM.

Berita lain dari Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved