Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Gubernur Koster Tinjau Pembangunan Pelabuhan Sanur Bali

Gubernur Bali meninjau perkembangan Pembangunan Pelabuhan Sanur, memastikan agar betul-betul terlaksana sesuai rencana

Tayang:
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ragil Armando
Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan meninjau perkembangan proyek pembangunan Pelabuhan Sanur, Rabu 8 September 2021 - Gubernur Koster Tinjau Pembangunan Pelabuhan Sanur Bali 

Ia juga meminta kepada pelaksana proyek agar pembangunan ini dikerjakan sesuai jadwal dan selesai sesuai dengan kontrak, serta menggunakan anggaran yang sudah dicantumkan dalam kontrak.

“Saya pastikan pekerjaan pembangunan ini lancar,”ucapnya.

Gubernur Koster menegaskan, Pelabuhan Sanur akan menjadi pelabuhan yang sangat bagus.

Karena desainnya saya (Gubernur Koster) kontrol langsung bersama Bapak Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi yang dipimpin oleh seorang arsitek Bali, Bapak Popo Danes.

Baca juga: Pelabuhan Sanur Tetap Beroperasi Selama PPKM, Pernumpang Harus Sudah Jalani Vaksinasi Dosis Kedua

“Ini akan menjadi pelabuhan yang sangat baik untuk penyeberangan warga Bali yang akan ke Nusa Penida, Nusa Ceningan dan ke Nusa Lembongan; atau melaksanakan upacara keagamaan pada saat piodalan di Pura Ratu Gede, Dalem Ped; serta berwisata karena Pulau Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan sangat terkenal di dunia sebagai obyek wisata,” kata Wayan Koster sembari mengungkapkan kalau pembangunan pelabuhan ini sudah selesai, saya kira ini akan menjadi ikon baru di Kota Denpasar yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, termasuk sebagai bangunan yang monumental penanda Bali Era Baru.

Berdasarkan aspirasi dari Wali Kota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, Perbekel, hingga Nelayan, di mana agar kelompok nelayan di sekitar Pelabuhan Sanur meminta untuk disiapkan tempat secara khusus.

“Maka merujuk informasi tersebut, saya selaku Gubernur Bali menegaskan sangat setuju. Karena suatu pembangunan pada prinsipnya tidak boleh mengusur atau mematikan sumber kehidupan masyarakat lokal. Jadi prinsip dasar itu, yang mana pembangunan harus harmonis dengan nilai yang ada disini beserta masyarakat dengan kehidupannya. Disini karena sejarahnya nelayan, maka harus Kita jaga agar sejarah nelayan di Sanur ini terjaga dengan baik. Kemudian juga perlu bale atau tempat berkumpul untuk kelompok nelayan, dan hal ini sudah diakomodir dengan meminta para pelaksana untuk memastikan arealnya,” tegas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Sementara itu, Ketut Sukarja yang mewakili Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih, Sanur Kaja, Denpasar Selatan dihadapan Gubernur Bali menyampaikan terima kasih, karena sudah memperhatikan nasib nelayan di tengah pembangunan Pelabuhan Sanur.

“Sejak dari awal kami meminta difasilitasi tempat khusus untuk nelayan. Jangan sampai nanti ketika pelabuhan ini berdiri bagus, Kami para nelayan malah menjadi penonton disini. Sehingga dalam kesempatan yang baik ini, Kami sebagai nelayan yang tergabung di Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih yang memiliki 40 anggota, memohon agar selalu diperhatikan oleh Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali untuk diberdayakan. Karena selain menjadi nelayan, Kami juga hadir sebagai penyelamat masyarakat, apabila ada musibah di laut,” ujar Ketut Sukarja.

Sebagai penutup, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam peninjauannya meminta pelaksana proyek untuk memastikan tempat suci yang ada di Kawasan Pembangunan Pelabuhan Sanur terjaga dengan baik.

Jangan sampai terganggu, termasuk juga tempat melasti-nya harus diberikan ruang untuk memperlancar pelaksanaan upacara yang dilakukan oleh masyarakat di Sanur.

“Saya akan memantau pembangunan ini setiap bulan sekali, supaya betul-betul sesuai rencana pembangunannya,” tegas Gubernur Bali jebolan ITB ini.

“Jadi kunjungan saya ini, untuk memastikan pekerjaan pembangunan Pelabuhan Sanur ini berjalan dengan baik sesuai jadwal. Setiap tahapan saya minta targetnya tercapai dan saya mendorong pelaksana proyek agar bekerja dengan baik, penuh tanggungjawab, dan memenuhi komitmennya sesuai dengan kontrak,”

“Di dalam pengerjaan ini, juga saya minta agar sedapat mungkin melibatkan warga yang ada disini sebagai tukang, agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat disini. Termasuk kebutuhan materialnya, karena ini merupakan pekerjaan yang perlu keakuratan yang tinggi dan tidak boleh sembarangan material,”

“Maka sepanjang materialnya berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan, saya minta pihak pelaksana mengakomodir material yang ada di masyarakat sini dengan kontraktor lokal disini, supaya juga pembangunan pelabuhan ini berdampak langsung bagi tenaga kerja di Sanur serta menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus mengairahkan perekonomian masyarakat yang ada di wilayah Sanur,” lanjutnya. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved