Breaking News:

Berita Denpasar

DPRD Bali Minta Disdik Untuk Mulai Siapkan Bertahap Rencana PTM Jika Bali Turun Level PPKM

DPRD Bali mendorong agar proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) segera dibuka secara bertahap. Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Bal

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- DPRD Bali mendorong agar proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) segera dibuka secara bertahap.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta. 

Gung Budiarta sapaan akrabnya meminta Pemprov Bali menyiapkan skema untuk pembukaan PTM apabila PPKM di Bali turun level.

Baca juga: Soal PTM di Bali, Disdikpora Bali Tunggu Pengumuman Jokowi Soal Status Level PPKM 

Apalagi, Bali sendiri memiliki rencana pembelajaran secara hybrid, diharapkan agar atas dasar persetujuan orang tua siswa.

"Ketika pemerintah pusat masih mengeluarkan keputusan tentang PPKM di Bali level 4 sesuai instruksi Mendagri, tidak diperkenankan ada PTM.  Beda dengan di level 3. Tapi yang paling penting ketika nanti level turun Disdik sudah meyiapkan skema tentang hybrid," jelasnya.

Politikus PDIP ini juga mengingatkan bahwa rencana pembelajaran hybrid itu perlu mendapat persetujuan dari orang tua.

Sehingga, ia meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali untuk melakukan sosialisasi terkait hal tersebut ke orang tua.

Baca juga: Menko Luhut : Masalah Persampahan di Sarbagita Sudah Harus Diberikan Perhatian Khusus

"Intinya sebagian dari pembagian pembelajaran itu. Namun tetap prioritas dari persetujuan orang tua, utama persetujuan orang tua itu," tandasnya.

Seperti diketahui, jika mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa Dan Bali tertulis pada daerah yang berstatus level 2 dan 3, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara terbatas atau daring.

Baca juga: Ratusan Burung Pipit Jatuh dan Mati di Gianyar, Begini Tanggapan BKSDA Bali

"Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh," dikutip dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 38 Tahun 2021.

Aturan tentang pembelajaran tatap muka atau jarak jauh pada daerah PPKM level 2 dan 3 mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES 4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021.

Baca juga: Bertemu Gubernur Bali, Menko Luhut : Mestinya Minggu Depan Bali Sudah Level 3

Apabila sekolah ingin melakukan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, maka kapasitas dibatasi maksimal 50 persen.

Namun, khusus bagi SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB kapasitas belajar tatap muka sebanyak 62 sampai 100 persen dengan protokol kesehatan ketat seperti menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas.

"PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas," bunyi Inmendagri. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved