Breaking News:

Berita Denpasar

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Denpasar Tanggapi Perihal Belum Bisa Digelarnya Sekolah Tatap Muka 

Beberapa obyek wisata yang ada di Kota Denpasar mulai dibuka sejak keluarnya aturan Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 dan SE Gubernur Bali

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Beberapa obyek wisata yang ada di Kota Denpasar mulai dibuka sejak keluarnya aturan Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 dan SE Gubernur Bali yang menyatakan Daya Tarik Wisata (DTW) dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Selain DTW, pemerintah juga saat ini mulai memberikan izin untuk Mal beroperasi seperti biasa namun dengan peraturan yang sama yakni pengunjung dibatasi. 

Ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan pihaknya sudah melakukan uji coba terkait pembukaan DTW

"Kalau sesuai dengan Inmendagri 39 tahun 2021 dan SE Gubernur obyek wisata sudah boleh dibuka atau dilakukan uji coba pembukaan dengan kapasitas maksimal 50 persen dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," katanya pada, Jumat 10 September 2021. 

I Dewa Gede Rai juga memberikan alasannya mengapa sekolah tatap muka belum dilakukan, padahal Mal sudah bisa beroperasi.

Baca juga: Mal dan DTW Mulai Dibuka, Lapangan di Denpasar Belum Dibuka, Ini Tanggapan Jaya Negara

Menurutnya, terdapat beberapa faktor salah satunya karena Kota Denpasar sendiri masih memasuki masa PPKM Darurat level 4. 

"Kalau sekolah dilihat dari level PPKM masih 4 dan sudah jelas bahwa pembelajaran masih daring atau online jadi pembelajaran tatap muka belum. Karena level PPKM masih 4. Jadi baru Mal dan obyek wisata. Kalau mal kan dari segi aplikasi dan pengawasan juga lebih ketat. Selain itu ada dampak ekonomi supaya ada relaksasi. Tetapi tetap melakukan pembatasan seperti kunjungan maksimal 50 persen untuk anak-anak usia dibawah 20 tahun dan lansia tidak diizinkan. Juga protokol kesehatan yang ketat dan wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi," lanjutnya. 

Sementara untuk update tempat Isoter (isolasi terpusat), Dewa mengatakan kini jumlahnya berkurang menjadi 6 tempat pasca terjadi penurunan kasus positif Covid-19. 

Baca juga: Sejumlah Objek Wisata & Mal di Bali Mulai Buka, Dispar & DPRD Ingatkan Prokes & Pakai PeduliLindungi

"Terkait dengan turunnya kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar ini berdampak pada isoter. Awalnya kita ada 11 tempat karena kasus tinggi lalu ada penurunan kasus dan banyak pasien sembuh hari ini tersisa 6 isoter di kota Denpasar. Untuk tingkat keterisian hanya 38,5 persen dari jumlah bed 1.114 bed atau terisi sekitar 400 bed," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved