Berita Tabanan

RAPBD Perubahan Tabanan Defisit Rp 156 Miliar, Bakal Ditutupi dari Silpa 2020 dan Pinjaman PT SMI

membahas penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Anggaran Pendapatan dan

Humas Pemkab Tabanan
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan pidato saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan yang dilaksanakan secara virtual di Tabanan Command Center (TCC) Kantor Bupati Tabanan, Senin 13 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan yang dilaksanakan secara virtual di Tabanan Command Center (TCC), Kantor Bupati Tabanan, Senin 13 September 2021.

Yang menarik adalah mengenai defisit anggaran Pemkab Tabanan pada RAPBD Perubahan tahun 2021 ini.

Defisit dilaporkan senilai Rp 156 Miliar dan akan ditutup dengan Silpa tahun 2020 serta piutang ke PT. SMI.

Dalam rapat paripurna ini, membahas penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.

Baca juga: Dapat Lahan Garapan 2 Hektare, Program Transmigrasi di Tabanan Tak Diminati Sejak 2018 Lalu

Dalam Pidato Pengantarnya, Bupati Sanjaya menyampaikan beberapa hal yang melatarbelakangi perlunya perubahan APBD anggaran 2021.

Hal tersebut berdasarkan ketentuan pasal 161 ayat (2) PP Nomor 12 Tahun 2019.

Perubahan yang dilakukan diantaranya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA yaitu adanya rencana perubahan pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Kemudian, adanya pergeseran-pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, antar jenis belanja, obyek belanja dan rincian obyek yang dilakukan oleh perangkat daerah dalam rangka mempertahankan pencapaian sasaran kegiatan.

Selanjutnya, perubahan dalam menampung sisa lebih perhitungan APBD tahun anggaran 2020 dan mendanai program dan kegiatan baru dengan kriteria harus diselesaikan sampai dengan batas akhir penyelesaian pembayaran dalam tahun anggaran berjalan serta mendenai kegiatan-kegiatan yang capaian target kinerjanya perlu ditingkatkan dari yang telah ditetapkan semula dalam DPA perangkat daerah tahun anggaran berjalan yang dapat diselesaikan sampai dengan batas akhir penyelesaian pembayaran dalam tahun anggaran yang berjalan.

Bupati Sanjaya menjelaskan, pada Rancangan APBD Perubahan Tahun anggaran 2021, pendapatan daerah sebesar Rp 1,864 Triliun lebih terdiri dari pendapatan asli daerah sekitar 21,88 persen, pendapatan transfer sebesar 75,64 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 2,48 persen.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan tentang jumlah anggaran pada belanja daerah dan pembiayaan serta pengeluaran daerah.

"Anggaran daerah merupakan anggaran publik, hal tersebut mencerminkan kebijakan daerah yang dituangkan dalam bentuk angka dan kita semua berkewajiban mengamankan agar pelaksanaannya dapat dilakukan dalam sisa waktu di tahun anggaran 2021," kata Sanjaya saat menyampaikan pidatonya.

"Kita semua dituntut untuk membuat perencanaan yang lebih matang, realistis, implementatif dan berkualitas dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk sumber daya yang tersedia," imbuhnya.

Politikus asal Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken Tabanan ini berharap agar pembahasan rancangan peraturan daerah tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai rencana dan mekanisme yang berlaku, demi pencapaian visi Kabupaten Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan era baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Baca juga: Angin Segar Dunia Pariwisata Tabanan, The Blooms Garden Dikunjungi 133 Wisatawan di Hari Pertama

Disisi lain, dalam pidato tersebut juga disampaikan soal defisit anggaran senilai Rp 156 Miliar.

Belanja daerah dirancang sebesar Rp 2,021 Triliun atau mengalami peningkatan sebanyak Rp 66,5 Miliar lebih dari APBD Induk.

Sehingga, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 156,6 Miliar lebih atau mengalami peningkatan sebesar Rp 68,7 Miliar lebih atau 78 persen lebih dari rencana APBD Induk lalu sebear Rp 87,9 Miliar lebih.

Pembiayaan Defisit anggaran tersebut akan dibiayai dari Silpa tahun 2020 lalu sebesar Rp 31,5 Miliar lebih, dan pinjaman dana dari Pemerintah Pusat senilai Rp 125 Miliar.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved