Corona di Bali
DPRD Minta Segera Terapkan PTM, Provinsi Bali Masuk PPKM Level 3
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Putu Budiarta alias Gung Budiarta meminta Pemprov Bali segera menerapkan PTM
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Putu Budiarta alias Gung Budiarta meminta Pemprov Bali segera menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) mengingat Bali sudah level 3 PPKM.
Apalagi, kata dia, pembelajaran secara online atau daring yang sudah berlangsung hampir 1,5 tahun yang membosankan bagi siswa.
Terlebih lagi sejak tahun ajaran baru banyak di antara siswa tidak saling mengenal.
"Kami di Komisi IV DPRD Bali telah sepakat, apabila PPKM di Bali pada level 3, kami minta Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga segera menetapkan pembelajaran melalui tatap muka," ujarnya, Selasa 14 September 2021 sore.
Baca juga: Bali Resmi Terapkan PPKM Level 3, Begini Persyaratan Perjalanan Gunakan Transportasi Udara
Dikatakannya, Gubernur Bali Wayan Koster sudah pernah menyampaikan bahwa Bali dengan sembilan kabupaten kota telah merancang PTM di semua jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA dengan model Hybrid Learning.
Menurutnya, Hybrid Learning ini merupakan gabungan dari dua model pembelajaran yakni yakni tatap muka di sekolah dan secara daring.
Hybrid Learning sangat tepat diterapkan bukan saja di masa pandemi.
Saat ini bisa diterapkan dengan persentase 50:50.
Artinya 50 persen dari jumlah siswa pembelajarannya secara online dan 50 persen lagi pembelajaran secara tatap muka dan sewaktu-waktu bisa rotasi.
"Pihak sekolah maupun murid harus mampu beradaptasi dengan model pembelajaran secara Hybrid Learning dan harus ada kesepakatan antara orang tua siswa dengan pihak sekolah sehingga bisa berjalan dengan baik," pintanya.
Dalam Inmendagri No 42 Tahun 2021 disebutkan sejumlah aturan untuk kabupaten atau kota di Jawa dan Bali dengan kriteria PPKM level 3, antara lain: Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas 50 persen.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, Ketut Juliarta meminta agar PTM siswa SD ditunda hingga semua anak tersebut telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.
"Pelaksanaan vaksinasi terhadap siswa di atas usia 12 tahun sudah berjalan baik. Namun vaksinasi terhadap anak sekolah di bawah usia 12 tahun belum bisa dilakukan, untuk itu rencana sekolah tatap muka terutama kepada anak-anak Sekolah Dasar agar ditunda dulu," ujarnya, Selasa 14 September 2021.
Dia mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Bali melalui Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace pada pandangan umum fraksinya di sidang paripurna, Senin 13 September 2021.
"Sebab Covid ini sangat rentan menular pada anak-anak, jangan sampai mereka menjalani isolasi," imbuh Juliarta.
Dia juga setuju dengan larangan anak-anak g masuk pusat perbelanjaan karena mereka rentan terpapar.
Terlebih mereka belum tervaksin Covid-19 terkendala usia, sehingga orang tua harus pintar-pintar mengarahkan anak mereka.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyebut bahwa secara umum pihaknya telah siap menerapkan PTM) tersebut pada awal Agustus 2021 lalu.
Namun, pihaknya terpaksa menunda akibat adanya penerapan PPKM Level 4 di Bali.
Baca juga: Bali Turun Level PPKM Level 3, Usaha Car Wash Optimis Bangkit Lewat Pariwisata
Kota Denpasar
Sekretaris Fraksi Nasdem-PSI DPRD Kota Denpasar, Emiliana Sri Wahyuni juga meminta agar pemerintah segera menerapkan PTM.
Hal ini disampaikan dalam pandangan akhir fraksinya pada sidang paripurna, Selasa 14 September 2021.
“Usulan ini banyak disampaikan orangtua siswa ketika kami melakukan reses ke masyarakat. Masyarakat berharap sekolah mulai melakukan PTM dengan ketentuan dengan prokes yang sangat ketat,” kata politisi PSI ini.
Menanggapi permintaan tersebut, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan sebenarnya semua sekolah di Denpasar sudah siap untuk melakukan PTM sejak Juli lalu.
Namun, karena kasus Covid-19 melonjak, PTM yang sudah direncanakan ditunda.
Jaya Negara mengungkapkan saat ini kasus Covid-19 di Denpasar sudah melandai.
“Hal ini sudah terlihat dari beberapa indikator, seperti kasus aktif yang ada tinggal 1.083 orang. Dari jumlah itu, hanya 25 persen yang dirawat di RS. Demikian juga tingkat kematian di Denpasar kini hanya 2,4 persen, jauh dibawah rata-rata nasional,” kata Jaya Negara.
Melihat indikator ini menurut Jaya Negara seharusnya Denpasar sudah bisa masuk ke level II.
Hanya saja yang menjadi penghalang adalah insiden rate masih tinggi, sehingga Denpasar masuk level 3.
“Meski demikian, saat ini kami akan segera mempersiapkan untuk pembelajaran tatap muka. Mengingat, sekolah-sekolah yang ada di Denpasar sudah lama siap untuk memberlakukan PTM. Kami tinggal menunggu keputusan dari kementerian, setelah itu kita sudah siap PTM,” katanya.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Kota Denpasar, AA Gede Wiratama seluruh sekolah sudah siap untuk PTM.
Baca juga: PPKM di Bali Turun Jadi Level 3, Menko Luhut Soroti Upacara Keagamaan Agar Dikontrol
"Masing-masing sekolah sudah sangat siap melaksanakan PTM. Termasuk kesiapan Peraturan Wali Kota terkait PTM di Kota Denpasar," katanya. (gil/sup)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-simulasi-pembelajaran-tatap-muka-ptm-di-smpn-2-tabanan-rabu-30-juni-2021.jpg)