Breaking News:

Berita Denpasar

Update Kasus Kesalahan Input Data Pasien Covid-19, Ini Keterangan Kadinkes Kota Denpasar:Human Error

Kasus salah menginput data pasien Covid-19 dimana pasien sudah sembuh tapi diinput meninggal oleh petugas penginput data Kota Denpasar, masih bergulir

Tribun Bali/Putu Supartika
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Luh Putu Sri Armini. 

Setelah beberapa hari dilakukan pemeriksaan, kesalahan input data tersebut diduga terjadi karena Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Denpasar dan Kasi Surveilence dan Imunisasi Dinkes Kota Denpasar menunjuk orang sebagai Operator Satgas Covid-19 yang tidak sesuai dengan kompetensinya.

Sukadi menyebut operator ditunjuk secara lisan saat bertugas tanpa dilengkapi surat keputusan atau surat tugas khusus sebagai operator.

"Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan Kasi Surveilence dan Imunisasi Dinkes Kota Denpasar tidak melakukan pengawasan yang ketat dan terus menerus, sehingga kesalahan tersebut terjadi berulang," pungkasnya.

Baca Juga: SKD CPNS Denpasar Mulai 14 Oktober, Peserta Disarankan Isolasi Mandiri 14 Hari 

Armini: Operator Sudah Sesuai Kriteria 

Menanggapi hal ini, Armini menyatakan petugas operator tersebut sudah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh Satgas Covid-19.

"Kalau menurut tiang (saya) sih sesuai ya. Dia kan SKM (sarjana kesejahteraan masyarakat). Bisa komputer juga,” jelasnya.

Armini berkilah kesalahan input data itu karena human error akibatnya beban kerja yang tinggi.

“Mungkin biasa karena manusia error karena banyak tugasnya, bebannya tinggi dan itu sudah koordinasi dengan pusat. Langsung diinfo dari polisi dan langsung kita tindak lanjuti, kan sudah berubah statusnya (pasien, red)," tambahnya. 

Sejauh ini, petugas yang salah melakukan input data tersebut tidak diberikan sanksi, karena memang memiliki beban tugas yang cukup tinggi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved