Breaking News:

Berita Bali

Disdikpora Masih Godok Juknis Pembelajaran Tatap Muka, Bali Tetap Menyiapkan Dua Opsi

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung masih menggodok rencana menerapkan Pembelajaran Tatap Muka

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Plt Kadis Disdikpora Badung Made Mandi - Disdikpora Masih Godok Juknis Pembelajaran Tatap Muka, Bali Tetap Menyiapkan Dua Opsi 

Dihubungi secara terpisah kemarin, Kepala Disdikpora Provinsi Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menjelaskan, dalam Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021 itu ada dua opsi yakni PTM terbatas dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

Untuk PTM terbatas, kapasitas 50 persen kecuali, SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% sampai dengan 100% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Kemudian, PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal lima peserta didik per kelas.

Hal ini menurut dia dikuatkan dengan SKB 4 Menteri yakni yakni Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan & Kebudayaan, dan Menteri Agama yang berisi beberapa syarat kewajiban yang harus dipenuhi sekolah sebelum menerapkan PTM.

Ia juga menuturkan poin penting sebelum pelaksanaan PTM tersebut adalah izin orang tua yang dibuktikan dengan surat pernyataan persetujuan orangtua siswa.

“Kalau di Bali ada dua opsi yang kita siapkan, bagi orang tua yang menginginkan tatap muka diperkenankan, tetapi tetap sekolah itu harus mempersiapkan kriteria-kriteria untuk tatap muka. Kalau orang tua izin harus tetap terakhir, tidak boleh dipaksa. Kalau orang tua belum nyaman, belum bisa menerima tatap muka, kami menyiapkan PJJ,” tegasnya.

Ia mengatakan PTM dibatasi maksimal 1,5 jam di dalam kelas. Karena penanganan Covid-19 di Bali berbasis desa adat, maka sekolah di desa adat harus melaporkan ke Satgas Gotong Royong Desa Adat.

Tujuannya kalau terjadi apa-apa nanti, bisa dengan cepat ditangani.

“Walaupun SMA/SMK kewenangan provinsi, tetapi kita membuka tatap muka harus koordinasi dengan Satgas setempat, di sana kan ada unsur BPBD, adat, puskesmas dan sebagainya,” paparnya.

Sementara Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng masih menunggu keputusan Gubernur Bali untuk melaksanakan PTM.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved