Breaking News:

Serba Serbi

Pantangan Makan Daging Hewan Kaki Empat, Berikut Aturan Penekun Spiritual

Sejak zaman nenek moyang, ilmu kebatinan memang menjadi awal dari sebuah kawisesan atau menimbulkan sebuah kekuatan di dalam diri

Istimewa
Jero Balian Bayu saat semedi dengan mantra pertama dan mantra kedua. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sudah menjadi rahasia umum, dalam menekuni sebuah ilmu khususnya ilmu spiritual, seseorang akan melalui banyak pantangan, serta cobaan dan rintangan.

Sejak zaman nenek moyang, ilmu kebatinan memang menjadi awal dari sebuah kawisesan atau menimbulkan sebuah kekuatan di dalam diri.

Hampir di seluruh Nusantara, ada jejak langkah leluhur zaman dahulu yang mempelajari ilmu kebatinan.

Begitu pula di Bali, dimana hal ini kerap dilalui oleh seorang balian, pemangku, dan penekun spiritual lainnya.

Baca juga: Kagumi Sosok Dewa Hanoman, Jero Balian Bayu Tiba-tiba Dapat Hadiah Gada 

Salah satunya Jero Balian Bayu, atau dengan nama asli Kadek Bayu Desta Aryadana.

Penekun spiritual balian ini, bahkan sejak SMP telah mulai belajar puasa dan meditasi.

"Puasa memutih untuk mendalami ilmu kebatinan, saya lakukan saat rahina suci Purnama & Tilem dengan hanya mengonsumsi nasi putih dan air putih saja," sebutnya kepada Tribun Bali, Kamis 16 September 2021.

Selain itu, ia pula melakukan meditasi dan semedi untuk pembakaran unsur negatif dengan Dwi Aksara (Ang dan Ah).

"Dengan teknik mengolah getaran aksara suci bumi dan langit," imbuhnya. Sinekep Bapa Akasa ( Ang ) Sinangge Ibu Pertiwi ( Ah ).

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved