Breaking News:

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Perjalanan Internasional

Persyaratan ini termuat dalam addendum syarat perjalanan internasional, dengan menambahkan ketentuan aplikasi PeduliLindungi

Editor: DionDBPutra
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Pengunjung mengisi aplikasi PeduliLindungi di depan pintu masuk Supermarket Tiara Dewata, Denpasar, Selasa 14 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, aplikasi PeduliLindungi kini menjadi persyaratan bagi pelaku dan operator moda transportasi internasional.

Persyaratan ini termuat dalam addendum syarat perjalanan internasional, dengan menambahkan ketentuan aplikasi PeduliLindungi dan pengawasan bagi kapal kargo.

Menurut Wiku, perubahan ini untuk optimalisasi kebijakan berlapis yang komprehensif dengan pendekatan digital (PeduliLindungi) demi pengendalian Covid-19 yang lebih efisien, termasuk antisipasi masuknya virus varian baru ke Indonesia.

Baca juga: Masuk Polres Bangli Wajib Scan QR Code PeduliLindungi

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Sempat Error, Penumpukan Penumpang Terjadi di Bandara Ngurah Rai

"SE No.18/2021 tengan Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Internasional ini berubah sangat dinamis menyesuaikan perkembangan pandemi. Tujuannya untuk melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi dalam mencegah penularan Covid-19,” tutur Wiku dalam siaran pers, Kamis 16 September 2021.

Wiku menjelaskan, detail addendum terutama pada tiga klausul, yaitu klausul 5-7.

Klausul 5 : Setiap pelaku perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan internasional masuk ke wilayah Indonesia.

Klausul 6 : Setiap operator moda transportasi di titik pintu masuk perjalanan internasional diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Klausul 7 : Pengawasan kekarantinaan kesehatan kapal kargo dan awak kapal mengikuti pengaturan lebih spesifik dan teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui pemantauan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan masing-masing pintu masuk perjalanan internasional.

Wiku menambahkan, detail dan teknis pengaturan pelaku perjalanan ini selanjutnya akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan sebagai otoritas transportasi.

“Seperti biasanya Kemenhub secara bersamaan juga mengatur secara lebih teknis," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved