Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Berikut 16 Gejala Kanker Ginjal, Jangan Anggap Remeh Sakit Pinggang

pertumbuhan sel kanker tidak terkendali jika timbul pada organ tubuh kita.

Kompas.com
ilustrasi ginjal(science alert) 

TRIBUN-BALI.COM – Kanker masih menjadi penyakit yang mematikan di dunia.

Pasalnya, pertumbuhan sel kanker tidak terkendali jika timbul pada organ tubuh kita.

Salah satu yang wajib diwaspadai adalah kanker ginjal.

Ginjal sendiri merupakan sepasang organ berbentuk seperti kacang dan berukuran sekepal tangan yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa.

Baca juga: Ini 6 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda yang Penting untuk Diketahui

Fungsi ginjal yang utama adalah menyaring limbah, elektrolit, dan kelebihan cairan dari darah. Limbah ini kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Gejala kanker ginjal Pada stadium awal kanker ginjal, biasanya hanya ada sedikit gejala yang muncul dan anyak diagnosis sekarang dibuat berdasarkan studi laboratorium dan pencitraan sebelum gejala muncul.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa dicurigai sebagai tanda atau gejala kanker ginjal:

Baca juga: Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal, Sering Disepelekan Padahal Berbahaya

1. Anemia

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Dilansir dari Very Well Health, anemia saat ini menjadi gejala kanker ginjal yang paling umum terjadi.

Anemia hadir pada sepertiga orang yang didiagnosis penyakit berbahaya ini.

Seperti diketahui, ginjal berfungsi membuat protein yang disebut eritropoietin yang merangsang produksi sel darah merah di sumsum tulang (dalam proses yang disebut eritropoiesis).

Dengan kanker ginjal, anemia bisa terjadi karena kehilangan darah kronis melalui urine.

Di sisi lain, beberapa orang dengan kanker ginjal bisa juga memiliki jumlah sel darah merah (eritrositosis) yang sangat tinggi karena peningkatan produksi eritropoietin oleh sel kanker ginjal.

Kondisi ini disebut sebagai sindrom paraneoplastik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved