Pura di Bali
Sejarah Pura Kahyangan Tiga, Berikut Kisahnya di Masa Pemerintahan Sri Dharma Udayana Warmadewa
Sebelum beliau dinobatkan menjadi raja di Bali, beliau adalah seorang pangeran yang bernama Udayana. Sedangkan istrinya bernama Mahendradatta (seorang
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Pada pertemuan majelis tersebut, dibahas tentang penyederhanaan kegiatan keagamaan yang terdiri dari berbagai sekta (paham).
"Semua yang hadir dalam rapat sepakat dan setuju dalam menegakkan paham Tri Murti untuk menjadi inti keagamaan," ujarnya.
Oleh karena itu, Tri Murti adalah manifestasiNya Hyang Tunggal.
Maka semenjak itu, terciptalah Pura Kahyangan Tiga yaitu tiga buah pura. Yakni Pura Desa untuk memuja Tuhan dalam manifestasiNya sebagai Dewa Brahma dan pencipta alam semesta.
Kemudian Pura Puseh, untuk memuja Tuhan dalam manifestasiNya sebagai Dewa Wisnu yang berfungsi memelihara alam semesta.
Dan Pura Dalem, untuk memuja Tuhan dalam manifestasiNya sebagai Dewa Siwa dalam wujud Dewi Durga sebagai pemralina alam semesta.
Kemudian Pura Kahyangan Tiga ini, yang harus ada di masing-masing desa pakraman.
Oleh karena itu, Kahyangan Tiga inilah yang menjadi dasar kekuatan desa pakraman masyarakat di Bali. Yang berlandaskan adat-istiadat dan agama Hindu.
Tiap-tiap orang yang sudah berumah tangga diwajibkan turut sebagai anggota desa pakraman. (*)
Artikel lainnya di Pura di Bali