Breaking News:

Berita Klungkung

Pembelajaran Tatap Muka di Klungkung Mundur 4 Hari

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Klungkung diputuskan untuk mulai dilaksanakan, Senin 29 September 2021

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: M. Firdian Sani
Istimewa
Tim Satgas Penanganan Covid-19 saat menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik), di ruang Widya Mandala, Kantor Bupati Klungkung, pada Rabu 22 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Klungkung diputuskan untuk mulai dilaksanakan, Senin (29 September 2021).

Hal ini dilakukan agar persiapan sekolah benar-benar matang jelang penerapan PTM.

Hal ini sempat dibahas saat rapat Satgas Covid-19 Klungkung bersama dengan Dinas Pendidikan di Ruang Widya Mandala, Setda Klungkung, Rabu (22 September 2021).

Awalnya Kadisdik Klungkung, I Ketut Sujana, yang mengusulkan PTM dimulai hari ini, Kamis (23 September).

Namun setelah dibahas, PTM sepakat diundur selama  4 hari yakni akan diterapkan, Senin (27 September). 

Kunci Berhasilnya Pembelajaran Tatap Muka Berada di Tangan Guru, Orang Tua dan Peserta Didik

"Kami akan gunakan waktu persiapan ini untuk kembali mematangkan kembali kesiapan sekolah," ujar Kadisdik Klungkung, I Ketut Sujana.

Ia menjelaskan, secara teknis untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini, maksimal 50 persen kapasitas dan jarak duduk minimal 1,5 meter.

Sehingga perkelas harus maksimal terisi 18 orang peserta didik.

Pembelajaran tatap muka diterapkan dengan prokes ketat, dan pembelajaran juga diselingi dengan pembelajaran daring.

Sehingga seorang siswa akan menjalani 3 hari pembelajaran tatap muka, dan 3 hari pembelajaran daring.

"Pembelajaran tatap muka terbatas akan ditutup jika ada indikasi kurang aman, atau adanya peningkatan angka kasus Covid-19 dan peningkatan level PPKM," jelasnya. 

Pembelajaran Tatap Muka di Klungkung Akan Digelar Kamis 23 September, Ini Ketentuannya

Sementara itu terkait dengan izin orang tua, untuk jenjang SD, 95,65 persen orang tua mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka. Sementara untuk jenjang SMP, sudah 93 persen orang tua mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka

"Bagi siswa yang tidak diizinkan orang tuanya untuk ikut pembelajaran tatap muka, tetap kami layani untuk daring. Secara prinsip intinya kami sudah siap," tegasnya. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved