Breaking News:

Berita Denpasar

Bali-Bhuwana Waskita ISI Denpasar, Melankolia Global dan Literasi Digital di Masa Pandemi

Konferensi berlangsung selama tiga hari, dibuka Selasa (28/9/2021), oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana, dengan pembicara kunci Ketua

Istimewa/ISI Denpasar
Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Konferensi internasional Global Arts Creativity Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menghadirkan 12 tokoh bereputasi, dari cendekiawan global, seniman ternama, peneliti berpengaruh, hingga profesional berintegritas baik dari lembaga pemerintah maupun independen.

Konferensi berlangsung selama tiga hari, dibuka Selasa (28/9/2021), oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana, dengan pembicara kunci Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo. S.E., M.B.A.

Konferensi internasional serangkaian Festival Bali Padma Bhuwana I, 2021 ini mengusung tema: Prospective, Environment, and New Paradigm, juga menyertakan belasan pembicara makalah pendamping.

Kedua belas tokoh bereputasi tersebut yaitu Dr. M. Fadjroel Rahman (Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi), A.A Gde Rai (pendiri Agung Rai Museum of Art, Ubud), Dr. ST Sunardi (Pengajar di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta), Dr. Carmencita Palermo (Queen Victoria Museum dan Art Gallery, Australia), Dr. Michael Carlos Barrios Kleiss (Pengajar di Clemson University, Amerika Serikat), Prof. Dr. I Wayan Rai S. (Guru Besar ISI Denpasar), Dr. Arief Datoem (Pengajar Universiti Malaysia Kelantan), Dr. Linda McIntosh (Xieng Khuoang Museum, Laos), Dr. Thieny Lee (Direktur Thieny Lee Gallery, Australia), Ananda Sukarlan (Komposer musik klasik, Indonesia), Prof. Dr. Matthew Issac Cohen (Pengajar di University of Connecticut, Amerika Serikat), dan Dr. I Ketut Muka (Pengajar ISI Denpasar).

Baca juga: ISI Denpasar dan Mitra Tanda Tangani SPK Merdeka Belajar Secara Drive Thru

Konferensi internasional ini juga melibatkan reviewer internasional, yaitu Prof. Dr. Adrian Vickers (University of Sydney, Australia), Prof. Dr. I Wayan Dibia (ISI Denpasar), Prof. Dr. M. Dwi Marianto (ISI Yogyakarta), Prof. Dr. Nyoman Dharma Putra (Universitas Udayana), dan Prof. Dr. Made Mantle Hood (Tainan National University, Taiwan).

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam makalah menyatakan, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki kekayaan seni budaya tiada dua di dunia.

“Menjadi penting diselenggarakan literasi kebudayaan dalam membangkitkan minat generasi muda untuk menggali, mempelajari, dan mengapresiasi budaya bangsa, sebagai bagian dari pewujudan ketahanan budaya bangsa.

Seni dan budaya akan selalu menawarkan peluang-peluang pada berbagai sektor kehidupan. Apresiasi diberikan kepada ISI Denpasar atas peran penting dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas di bidang seni dan budaya”, ujarnya.

Rektor ISI Denpasar Prof. Kun Adnyana menjelaskan, bahwa ISI Denpasar dengan moto baru Global-Bali Arts and Creativity Center Hub (G-BACCH) membangun ruang dialog berkelanjutan interdisiplin, lintas bangsa, pluralitas budaya dan multisitas inovasi dalam format konferensi internasional Global Arts Creativity dalam wadah Bali-Bhuwana Waskita.

“Memaknai pandemi global Covid-19, konferensi internasional ini dirancang untuk meneguhkan solidaritas antar cendikiawan, tokoh profesional, seniman, dan peneliti internasional untuk berbagi perspektif, membangun ide inovatif, nilai-nilai dan temuan baru”.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved