Breaking News:

Berita Bali

UPDATE Perkara Dugaan Memasukkan Keterangan Palsu ke Akta Autentik, Hakim Tolak Eksepsi Zainal Tayeb

Zainal Tayeb dan penasihat hukumnya mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Suasana persidangan dengan terdakwa Zainal Tayeb yang digelar secara daring, Selasa (28/9/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan terdakwa Zainal Tayeb dan tim penasihat hukumnya.

Ditolaknya eksepsi terdakwa tersebut disampaikan majelis hakim pimpinan I Wayan Yasa dalam sidang putusan sela yang dilangsungkan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 28 September 2021.

Diketahui, Zainal Tayeb dan penasihat hukumnya mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung.

Pengusaha kelahiran Mamasa 25 April 1965 ini keberatan atas dakwaan JPU terkait dugaan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik.

Baca juga: Eksepsi dan Penangguhan Zainal Tayeb ditolak oleh Majelis Hakim

"Pada pokoknya majelis hakim menyatakan, bahwa eksepsi terdakwa tidak dapat diterima atau ditolak seluruhnya. Dan surat dakwaan JPU telah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana Pasal 143 KUHAP," jelas Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) dan Humas Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo seizin Kajari Badung I Ketut Maha Agung.

Dengan ditolaknya eksepsi terdakwa Zaenal Tayeb, kata Bamaxs, majelis hakim memerintahkan sidang dilanjutkan.

"Dalam putusan selanya majelis hakim memerintahkan melanjutkan pemeriksaan pokok perkara. Jadi sidang dilanjutkan Kamis 30 September 2021 dengan agenda pemeriksaan saksi," ungkap Bamaxs.

Diberitakan sebelumnya, JPU Iman Ramdhoni dalam surat dakwaannya memasang dakwaan alternatif kepada Zainal Tayeb.

Dalam dakwaan kesatu, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP. Atau kedua, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.

Diungkap dalam surat dakwaan JPU, perkara ini terjadi berawal ketika saksi korban Hedar Giacomo Boy Syam dihubungi oleh terdakwa Zainal, meminta bertemu membicarakan perihal kerjasama pembangunan rumah villa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved