Inilah Pulau Terlarang Dekat Indonesia, Panah dan Tombak Beterbangan Sambut Orang yang Nekat Datang
Mereka menolak peradaban modern dan orang asing, tombak tak ragu mereka lemparkan kalau ada yang nekat berkunjung.
TRIBUN-BALI.COM - Ada sebuah pulau kecil yang terletak di kepulauan Andaman dan Nikobar tak boleh dikunjungi.
Sepenting apa pun tujuannya. Kalau melanggar, bahaya bisa mengintai, panah dan tombak akan beterbangan.
Selamat datang di North Sentinel Island. Ini adalah pulau kecil yang berlokasi di antara Myanmar dan Indonesia.
Dilansir berbagai sumber, pulau ini dihuni suku Sentinel yang masih sangat primitif.
Mereka disebut menolak peradaban modern dan orang asing. Bahkan, tombak tak ragu mereka lemparkan kalau ada yang nekat berkunjung.
Suku ini memang benar-benar anti orang asing. Bahkan saat ada bencana tsunami di Samudra Hindia pada 2004, para relawan yang mencoba mengirim bantuan makanan dan pakaian juga ditolak.
Relawan terbang menggunakan helikopter, tetapi juga dilempari tombak.
North Sentinel Island yang dihuni para suku itu memang masih termasuk ke dalam bagian wilayah negara India.
Namun, pemerintahan India memutuskan menjadikan pulau tersebut sebagai pulau terlarang.
Sejauh ini, India selalu gagal saat mencoba menjalani hubungan baik dengan suku pulau itu, sejak 1964.
Akhirnya, Pemerintah India menerapkan zona terlarang sejauh 3 mil.
Pada 1974, sempat ada kelompok yang mengunjungi pulau itu untuk membuat film dokumenter.
Namun, sang sutradara mengalami cedera serius akibat terkena anak panah sepanjang 2,4 meter.
Meski begitu, rekaman detik-detik menegangkan itu sudah diabadikan dalam film dokumenter Man in Search of Man.
Misionaris AS John Allen Chau Tewas Dipanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/north-sentinel-island1.jpg)