Breaking News:

Berita Buleleng

Empat Usulan Seni dan Tradisi Sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Buleleng Segera Disidangkan

Artinya empat usulan itu akan segera disidangkan, untuk menentukan apakah akan ditetapkan sebagai WBTB atau tidak.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Empat seni dan tradisi di Buleleng yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sudah mendapat nomor register.

Artinya empat usulan itu akan segera disidangkan, untuk menentukan apakah akan ditetapkan sebagai WBTB atau tidak.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara ditemui di ruang kerjanya Kamis (30/9/2021) mengatakan, empat seni dan tradisi yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai WBTB tahun ini ialah tradisi Mecakcakan asal Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, tradisi Saba Malunin asal Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, tradisi megangsing yang ada di beberapa desa di Buleleng, serta tradisi Gambuh Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.

Empat tradisi ini sudah diusulkan oleh pihaknya ke Kemendikbud RI sejak tahun lalu.

Baca juga: PT Angkasa Pura Gelar Sosialisasi ke Warga Desa Sumberklampok Buleleng, Terkait Pembangunan Bandara?

Setelah memberikan usulan tersebut, beberapa waktu lalu Kemendikbud memberikan nomor registrasi terhadap empat usulan tradisi itu, untuk menjalani sidang.

Dimana, menurut jadwal sidang akan dilaksanakan secara virtual pada awal Oktober.

"Usulan kami sudah tercatat, sehingga mendapat nomor register. Setelah mendapat nomor register ini, artinya usulan kami selanjutnya akan masuk dalam proses sidang.

Nanti di sidang itu lah tim dari Kemendikbud akan menentukan apakah usulan kami layak atau tidak ditetapkan sebagai WBTB," terangnya.

Apabila nantinya empat usulan tradisi itu ditetapkan sebagai WBTB, maka Disbud Buleleng wajib untuk menjaga kelestariannya, agar terus bekembang dan tidak punah.

“Dengan adanya penetapan ini bukan sekedar SK saja. Harus ada follow up lebih lanjut, berupa pelestarian, pemanfaatan, dan terus ditumbuh kembangkan di masyarakat.

Selain itu juga akan menjadi skala prioritas kami dalam pemajuan kebudayaan,” jelasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved