Breaking News:

Berita Bali

PeduliLindungi Digadang Akan Menjadi Aplikasi Pembayaran Digital, Celios: Kurang Nyambung

Sejak kemunculan aplikasi PeduliLindungi, semua masyarakat Indonesia diharapkan dapat menggunakannya karena menjadi syarat perjalanan

Istimewa
Director Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejak kemunculan aplikasi PeduliLindungi, semua masyarakat Indonesia diharapkan dapat menggunakannya karena menjadi syarat perjalanan, baik ke mal, instansi pemerintah hingga obyek wisata.

Namun belakangan ini santer diberitakan aplikasi PeduliLindungi selain sebagai syarat akses perjalanan juga akan menjadi aplikasi pembayaran digital. 

Terkait dengan hal tersebut, Director Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan jika aplikasi PeduliLindungi juga menjadi aplikasi pembayaran terkesan seperti memaksakan. 

Baca juga: Perketat Pengawasan, Memasuki Polsek Abiansemal Wajib Scan QR Code Peduli Lindungi

“Jadi kurang nyambung ya karena tujuan awalnya kan untuk pendataan dan tracing Covid-19. Kalau dipaksakan untuk tujuan lain seperti pembayaran digital sebenarnya tidak efektif,” ungkapnya pada, Kamis 30 September 2021. 

Lebih lanjut ia mengatakan, walaupun pemerintah memiliki jutaan data masyarakat yang mengunduh aplikasi PeduliLindungi, belum tentu masyarakat akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai aplikasi pembayaran. 

Baca juga: Director Celios Tanggapi Terkait PeduliLindungi yang Digadang Akan Menjadi Alat Pembayaran Digital

Belum lagi keluhan di aplikasi PeduliLindungi yang menggunakan daya baterai dan data seluler cukup tinggi.

Kemudian jika akan dijadikan e-wallet, ia mengkhawatirkan penggunaan daya baterai semakin tinggi pada smartphone.

Maka dari itu lebih baik dipikirkan kembali dampaknya bagi pengguna.

“Kedua, pemerintah sudah punya Link Aja, kenapa perlu buat lagi? Sebaiknya perbaikan dilakukan pada Link Aja ketimbang memaksa PeduliLindungi jadi aplikasi pembayaran digital,” ujarnya.

Baca juga: Dapur Peduli di Kelurahan Kuta Badung Hasilkan 300 Paket Nasi Kotak, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved