Breaking News:

Sponsored Content

Suastika Tegaskan Sembilan Ranperda Bangli Bisa Tuntas Tahun 2021

Salah satu yang akan dibahas yakni ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 10 Tahun 2011, tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLIKetua DPRD Bangli, I Ketut Suastika menegaskan akan menuntaskan pembahasan seluruh rancangan peraturan daerah (Ranperda) tahun ini.

Salah satu yang akan dibahas yakni ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 10 Tahun 2011, tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan.

Suastika mengatakan, secara total sembilan ranperda yang akan dibahas hingga akhir tahun 2021 ini.

Diantaranya Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 25 tahun 2011 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor, Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 10 Tahun 2011 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, Ranperda perubahan atas Perda nomor 11 tahun 2011 tentang pajak hiburan, Ranperda perubahan atas Perda nomor 2 tahun 2011 tentang bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 4 Tahun 2013 tentang pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan, Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 22 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan pasar.

Baca juga: Sekda dan Kepala Dinas di Pemkab Bangli Akan Jalani Uji Kompetensi Lima Tahunan

“Selain itu juga ada Ranperda tentang penetapan desa, Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 16 tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta Ranperda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” sebutnya.

Lebih lanjut diterangkan, sejatinya ada 18 Ranperda yang telah masuk ke Propemperda untuk dibahas tahun 2021 ini.

Dan dari jumlah tersebut, masih tersisa 14 ranperda.

“Namun berdasarkan hasil rapat bersama OPD pengusul pada hari Rabu (29/9/2021), hanya 9 ranperda tersebut yang sudah siap. Dan rencananya Selasa depan sudah mulai diajukan untuk segera mendapat pembahasan dan persetujuan,” jelasnya.

Lantas mengenai lima ranperda sisanya, Politisi asal Desa Peninjoan, Tembuku itu mengatakan, tiga Ranperda belum siap diajukan karena alasan teknis.

Sedangkan dua ranperda lainnya ditarik.

 Suastika juga menegaskan jika pihaknya mampu menuntaskan pembahasan sembilan Ranperda tersebut hingga akhir tahun 2021. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved