Breaking News:

Sponsored Content

Sejumlah Menteri Merespon Positif Usulan Pemanfaatan Garam Tradisional Lokal Bali

Dalam rangka melestarikan produk Garam Tradisional Lokal Bali, Koster langsung bertindak cepat mengajukan surat permohonan ke Presiden Joko Widodo.

Pixabay
Foto ilustrasi petani garam - Sejumlah Menteri Merespon Positif Usulan Pemanfaatan Garam Tradisional Lokal Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dalam rangka melestarikan, melindungi, memberdayakan, dan memanfaatkan produk Garam Tradisional Lokal Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster langsung bertindak cepat mengajukan surat permohonan ke Presiden Joko Widodo.

Surat bernomor B.40.188.54/5817/Bag.I/B.Hk., Perihal Permohonan Mengevaluasi dan Mengkaji Keputusan Presiden Nomor 69 Tahun 1994 tentang Pengadaan Garam Beriodium, pada Anggara Kliwon, Prangbakat, tanggal 13 Juli 2021.

Dalam surat yang sama juga memohon kepada Presiden untuk berkenan mengevaluasi dan mengkaji Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 10/M-IND/PER/2/2013 tentang Penunjukan Lembaga Penilaian Kesesuaian Dalam Rangka Pemberlakuan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Garam Konsumsi Beryodium Secara Wajib.

Koster mengatakan, bahwa antara Keputusan Presiden dan Peraturan Menteri Perindustrian tersebut kurang sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam serta tidak mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo, yang tengah menggencarkan pemanfaatan produk lokal.

Baca juga: Mana yang Lebih Sehat, Garam Laut apa Garam Meja?

Menurut Koster, surat permohonan Gubernur Bali yang dikirimkan tersebut mendapatkan respon positif dari Bapak Menteri Sekretaris Negara, tanggal 28 Juli 2021, yang meneruskan surat permohonan Gubernur Bali kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Perindustrian, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan agar menindak lanjuti permohonan Gubernur Bali untuk dilakukan evaluasi dan pengkajian kembali keberadaan Keputusan Presiden Nomor 69 Tahun 1994 tentang Pengadaan Garam Beriodium dan peraturan pelaksanaanya dalam rangka pemasaran dan pemanfaatan produk garam Bali untuk pangan lokal serta perdagangan lokal, nasional, dan ekspor.

“Dalam surat Bapak Menteri Sekretaris Negara ditegaskan agar permohonan tersebut mendapat penanganan lebih lanjut dan melaporakan hasilnya kepada Presiden. Bapak Menteri Perindustrian juga telah menindaklanjuti surat Bapak Menteri Sekretaris Negara, tanggal 18 Agustus 2021 dengan melakukan pembahasan perubahan Keputusan Presiden menjadi Peraturan Presiden tentang percepatan pembangunan pergaraman nasional dan perubahan Peraturan Menteri Perindustrian tentang Pemberlakuan SNI Wajib Garam Konsumsi Beriodium yang berisi ketentuan mengatur pengecualian produk Garam Tradisional Lokal Bali,” paparnya.

Selain itu, surat Gubernur Bali juga mendapat respon positif dari Bapak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Menteri Koperasi.

Surat Gubernur Bali tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna:

“Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945”.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah membuat kebijakan dan program perekonomian yang berpihak pada sumber daya lokal, meliputi bidang pertanian, kelautan dan perikanan, serta industri kerajinan rakyat berbasis budaya Branding Bali yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved