Berita Denpasar

Puncak Palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung pada 8 Oktober Hanya Libatkan 300-an Peserta

Kami mengurangi sekali atau meminimalisir peserta. Mungkin hanya 300-an orang yang dilibatkan dan itupun dipecah. Acara diatur per grup. Satu grup

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Krama mengikuti prosesi manah toyah ning dalam serangkaian palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten menuju pura Belatri,matahari terbit, Denpasar, Rabu, 6 Oktober 2021. 

Ia mengatakan untuk pelaksanaan buka tutup lalu lintas, disesuaikan dengan kegiatan di griya yang berada di kawasan Jalan Hang Tuah.

Baca juga: Palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung di Sanur, Ada Pengaturan Lalu Lintas pada Puncak Acara

Saat penerapan sistem buka tutup, kendaraan dari arah barat atau arah Kota Denpasar diarahkan ke Jalan Danau Beratan.

Sedangkan kendaraan dari arah utara yang melewati Jalan Bypass Ngurah Rai menuju Jalan Hang Tuah diarahkan ke perempatan McD Sanur.

Sementara itu, saat puncak acara khususnya saat pemberangkatan bade, akan ada penutupan lalu lintas di beberapa titik.

“Saat puncak palebon, kendaraan dari arah selatan akan disetop di simpang KFC Jalan Hang Tuah. Sebelumnya, di simpang McD Sanur kendaraannya juga diselektif,” katanya.

Sementara untuk kendaraan dari arah utara akan diarahkan ke arah jalan menuju Tohpati di patung Titi Banda.

Sementara untuk kendaraan dari arah barat atau arah Kota Denpasar akan diarahkan ke selatan di bundaran Renon, serta diarahkan ke Jalan Tukad Nyali untuk yang di kawasan perempatan Jalan Hang Tuah – Jalan Sedap Malam.

“Kalau badenya sudah di Pantai Matahari Terbit, lalu lintas akan kembali normal. Dan penutupan ini tidak akan terlalu lama,” katanya.

Terkait hal tersebut, Sriawan meminta masyarakat yang tidak memiliki kepentingan ke wilayah Sanur saat tanggal 8 nanti untuk mencari jalan alternatif lain.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat tak berbondong-bondong datang untuk menonton bade.

Hal ini dikarenakan saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Harapan kami, ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak ikut berkerumun. Mohon hormati pemerintah dan pihak pelaksana upacara ini,” katanya. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved