Breaking News:

Berita Bali

Waktu Karantina Diturunkan Jadi 5 Hari, Ini Tanggapan Pelaku Pariwisata Bali

Pemerintah rencananya akan menurunkan jangka waktu karantina wisatawan mancanegara yang semula 8 hari, menjadi 5 hari.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Tangkapan layar kegiatan weekly press briefing terkait pembukaan pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah rencananya akan menurunkan jangka waktu karantina wisatawan mancanegara yang semula 8 hari, menjadi 5 hari.

Menanggapi hal tersebut salah satu pelaku pariwisata atau pramuwisata, Komang Gunarta berikan tanggapannya. 

"Saya pribadi sebagai salah satu seorang warga Bali yg bekerja di bidang pariwisata, khususnya Pramuwisata Jepang sangat senang sangat gembira dan sangat mengapresiasikan kebijakan Pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah Bali yang pada akhirnya akan membuka kembali Pariwisata internasional dengan dibukanya kembali penerbangan Internasional walaupun dengan persyaratan yang cukup ketat," kata dia pada, Jumat 8 Oktober 2021. 

Baca juga: Gelar Rapat Terbatas, Presiden Minta Jajaran Persiapkan Pembukaan Pariwisata Bali dan Kepri

Ia juga turut menanggapi persyaratan para wisman (wisatawan mancanegara) yang berkunjung ke Bali harus dikarantina di hotel yang telah ditentukan.

Menurutnya ini sangat memberatkan para wisman (wisatawan mancanegara) dan juga sangat memberatkan pihak-pihak penyelenggara penyambutan kedatangan para wisman, terutama travel agent bersangkutan.

Namun dengan jangka waktu karantina yang awalnya ditetapkan selama 8 hari lalu dipersingkat menjadi 5 hari, menurutnya sedikit dapat menjadi pertimbangan bagi wisman (wisatawan mancanegara) untuk berkunjung ke Pulau Dewata. 

Baca juga: Pembukaan Pariwisata Bali, Pemerintah Persingkat Masa Karantina Wisman Dari 8 Hari Jadi 5 Hari

"Untuk sementara waktu kemungkinan wisman yang sudah siap berkunjung ke Bali adalah wisman dari Eropa karena biasanya wisman dari Eropa ini mempunyai waktu kunjungan di Bali cukup lama," tambahnya. 

Sementara untuk pembukaan penerbangan internasional, negara tujuan yang telah dibuka untuk akses masuk ke Bali yakni Korea Selatan, Jepang, China, Abu Dhabi, Dubai, dan New Zealand. 

"Kalau khusus untuk negara ini saja sama juga bohong internasional dibuka tapi wisman tidak akan ke Bali karena rata-rata mereka punya waktu singkat jadi habis untuk karantina saja."

Baca juga: Soal Rencana Pembukaan Pariwisata Internasional, Dinas Pariwisata Bali Akan Siapkan SOP Terintegrasi

"Khusus untuk wisman Jepang dengan persyaratan harus dikarantina selama 5 hari tidak akan ada yang bisa masuk ke Bali karena wisman Jepang biasanya punya total waktu liburnya cuma seminggu," paparnya. 

Jadi menurutnya meskipun waktu karantina dipersingkat menjadi 5 hari, tidak akan berikan dampak yang begitu besar untuk pariwisata. 

"Iya begitu (tidak ada dampaknya), karena kalau seminggu dia liburnya, berarti 5 hari karantina dan cuma 2 hari bisa beraktivitas," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Pembukaan Pariwisata Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved