Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Penjelasan Mengapa Pelatih Top Banyak Dilahirkan dari Gelandang: Ada Conte, Simeone, Flick, Pep

Barangkali dugaan beberapa kalangan penyuka si kulit bundar akan memprediksi pelatih hebat berasal dari bekas pemain yang berposisi sebagai striker.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
JSTOR Daily via Tribun Wow
ilustrasi bola 

Pep adalah seorang gelandang elegan, ia pandai dalam membagi bola dan mengatur tempo permainan. Tak terlalu menonjol tapi sangat efektif.

Kemudian di Liga Spanyol, Gelar sukses dibawa pulang Atletico Madrid yang dinahkodai oleh seorang Diego Simeone.

Simeone merupakan mantan pemain Atletico Madrid yang berposisi sebagai gelandang, ia dikenal sebagai seorang gelandang yang tangguh dan keras, ia adalah seorang destroyer yang menjadi pemutus serangan lawan di lini tengah.

terakhir, bermain sebagai andalan Atletico di lini tengah, ia menjuarai La Liga bersama Los Rojiblancos di musim 1995/1996.

Liga Italia dan Jerman pun demikian, dua pelatih pengantar Inter Milan dan Bayern Munchen membawa pulang trofi Liga adalah mantan pemain yang berposisi sebagai gelandang, Antonio Conte dan Hansi Flick.

Semasa bermain, mereka berdua telah meraih deretan trofi bergengsi, Conte pernah meraih gelar Liga Champions di musim 1995/1996 bersama Juventus.

Hansi Flick yang bermain di Bayern Munchen, telah membawa pulang trofi Bundesliga sebanyak empat kali.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa gelandang hebat mampu menjadi seorang pelatih yang hebat pula?

Pemahaman permainan

Gelandang adalah posisi vital dalam permainan sepak bola, mereka menjadi poros dan kunci permainan tim hal hal bertahan dan menyerang.

Gelandang akan selalu berfikir bagaimana cara agar timnya mampu mencetak gol dan tak kebobolan.

Mereka melayani penyerang, sekaligus membantu pemain belakang dalam urusan bertahan.

Seorang gelandang juga memiliki peran penting dalam hal mengatur tempo dan memilih alur serangan dalam permainan.

Gelandang hebat tentunya sangat mampu untuk melakukan peran-peran tersebut, lalu ketika melatih, mereka akan menerapkan ilmunya di lapangan ke sebuah taktik yang ia buat.

Barry Hulshoff (mantan pemain belakang Ajax) dalam wawancara bersama BBC pernah mengatakan bahwa rekannya saat bermain, Johan Cruyff adalah "sutradara" dalam permainan Ajax.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved