Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Penjelasan Mengapa Pelatih Top Banyak Dilahirkan dari Gelandang: Ada Conte, Simeone, Flick, Pep

Barangkali dugaan beberapa kalangan penyuka si kulit bundar akan memprediksi pelatih hebat berasal dari bekas pemain yang berposisi sebagai striker.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
JSTOR Daily via Tribun Wow
ilustrasi bola 

“Dialah yang menjadi otak dalam tim. Kami membahas bagaimana mengisi ruang sepanjang waktu. Dialah yang menentukan kemana kita harus berlari, kemana kita harus pindah dan di mana kita harus diam," Kata Barry Hulshoff.

Ajax Amsterdam pada awal 1970-an yang digdaya dengan gaya total football. Selain juara Piala Champions, Johan Cruyff dkk juga juara Piala Super 1972. PESSTATSDATABASE.COM
Ajax Amsterdam pada awal 1970-an yang digdaya dengan gaya total football. Selain juara Piala Champions, Johan Cruyff dkk juga juara Piala Super 1972. PESSTATSDATABASE.COM ()

Dan benar saja, karir cemerlang Cruyff selama bermain, mampu ia tularkan ke karir kepelatihannya, Cryuff dikenal sebagai pencetus tiki taka dan total football di Barcelona yang membawa tim asal Catalan tersebut meraih deretan prestasi.

Manajerial 

Aspek lain yang sangat penting untuk menjadi pelatih hebat adalah memahami dan membaca para pemain untuk mengeluarkan potensi terbaik mereka.

Karena gelandang adalah orang yang mengontrol tempo permainan, sangat penting bagi mereka untuk memahami kemampuan pemain di sekitarnya.

Mereka terbiasa mengoper bola sesuai dengan kecepatan, kaki yang kuat dan menjaga parameter lain dari semua pemain.

Inilah membuat mereka mampu membaca kualitas para pemain yang membantu mereka di kemudian hari dalam karir manajerial mereka.

Salah satu eksponen terbaik dari peran ini adalah Diego Simeone, yang terkenal dengan kemampuannya membaca permainan dan melihat potensi pemainnya.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone (The Guardian)

Simeone selalu saja menghadirkan pemain-pemain yang tak diperhitungkan sebelumnya, menjadi sosok penting dalam skema yang diusungnya, jika dahulu ada nama Griezmann dan Aguero, sekarang ada Marcos Llorente.

Meski posisi asli pemain asal Spanyol tersebut adalah gelandang bertahan.

LIorente diplot sebagai striker oleh Simeone dalam latihan Atletico Madrid.

Menjalani peran barunya bersama Simeone, musim lalu, mantan pemain Real Madrid itu mampu menjadi topskor kedua Los Rojiblancos.

Torehan 13 golnya sepanjang musim hanya kalah dari Luis Suarez yang mampu mencetak 21 gol untuk Atletico.

Berkat polesan Simeone juga, Llorente mampu menembus skuat Timnas Spanyol pada Euro 2020.

Ketenangan

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved