PON XX Papua

Profil Atlet Legendaris Papua, Levi Rumbewas

Ia berjalan gontai menapaki satu per satu anak tangga di bawah sorot lampu yang memandu hingga ke tengah panggung utama.

Editor: DionDBPutra
ANTARA/ANDI FIRDAUS
Atlet binaraga Papua Levinus Rumbewas berpose setelah tampil sebagai tamu kehormatan di laga final binaraga PON XX Papua di Auditorium Uncen, Jayapura, Senin 4 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Hari Senin 4 Oktober 2021, pria tua itu sudah tak lagi gagah seperti dulu.

Otot tebal yang pernah menyembul di hampir sekujur tubuhnya sudah tak lagi tampak malam itu.

Ia berjalan gontai menapaki satu per satu anak tangga di bawah sorot lampu yang memandu hingga ke tengah panggung utama.

Baca juga: Cabor Menembak Tambah Satu Emas, Bulutangkis Beregu Putri Raih Perunggu di PON XX Papua 2021

Baca juga: Oka Sulaksana Sumbang Medali Emas untuk Bali dan Akan Pensiun Setelah PON Papua

Lengan kanannya masih dipapah saat seorang host memperkenalkan namanya. "Hadirin, mari kita sambut atlet legendaris Indonesia, Levinus Rumbewas," katanya.

Seketika riuh tepuk tangan bergemuruh dari bangku tribun di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kabupaten Jayapura.

Bangku penonton yang diisi atlet, ofisial hingga pendukung dari 17 provinsi saling bersahutan memanggil nama Levi.

Suara penonton bahkan terdengar lebih berisik dari entakan lagu Unforgiven besutan Metalica yang mengiringi kemunculan Levi di atas panggung.

Atlet binaraga Papua Levinus Rumbewas.
Atlet binaraga Papua Levinus Rumbewas. (ANTARA/HO-PBFI)

Levi adalah atlet binaraga Indonesia yang terkenal pada tahun 80-an dan 90-an.
Binaragawan terbaik Indonesia itu hadir sebagai tamu kehormatan ajang final binaraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Videotron berukuran besar di belakang panggung memutar perjalanan waktu kembali ke zaman kejayaan Levi saat membawa Indonesia tampil di berbagai kancah pertandingan dunia.

Juri binaraga PON XX Papua sekaligus host lomba Atok Suhartanto membacakan segudang prestasi dari pria kelahiran Biak, 15 Oktober pada 72 tahun silam itu.

Debut karier Levi dimulai pada 1974 mengikuti kejuaraan binaraga dalam rangka HUT Kota Jakarta.

Setahun kemudian menjajal peruntungan sebagai atlet angkat besi di Kejurnas Semarang meraih satu perak dan satu perunggu.

Usai absen setahun, warga Jalan Teluk, Kelurahan Imbi, Jayapura Utara itu kembali dipercaya menjajal kejuaraan nasional pada 1977-1996 di antaranya meraih peringkat pertama dan gelar binaraga terbaik madya di Kejurnas di Jakarta serta kategori terbaik pertama Kejurnas binaraga.

Levi menyumbangkan lima emas bagi Papua melalui Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 1981, 1985, 1989, 1993 dan 1996.

Pada kontes internasional tingkat ASEAN pada 1983 Levi meraih peringkat IV kejuaraan binaraga Asean di Kinabalu, Malaysia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved