Australia

Australia Mulai Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Sejumlah pub di Sydney, kota terbesar di Australia, membuka pintu pada Senin 11 Oktober 2021 pukul 00.01 waktu setempat.

Editor: DionDBPutra
AFP/WILLIAM WEST
Staf medis mengangkut seorang pasien dari Rumah Sakit Royal Melbourne di Melbourne pada 9 Oktober 2021. Negara bagian Victoria mencatat 1.965 kasus Covid baru, jumlah infeksi harian tertinggi sejak awal pandemi. 

TRIBUN-BALI.COM, SYDNEY - Restoran-restoran, kafe, dan pusat kebugaran di Sydney pada Senin 11 Oktober 2021 mulai dibuka bagi para pengunjung yang sudah divaksin anti Covid-19 dengan dosis lengkap.

Australia berusaha hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan meningkatkan gerakan vaksinasi serta secara bertahap akan kembali membuka diri.

Sejumlah pub di Sydney, kota terbesar di Australia, membuka pintu pada Senin 11 Oktober 2021 pukul 00.01 waktu setempat.

Baca juga: Australia Bersiap Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: Australia Akan Hentikan Bantuan Uang Tunai Bagi Warga Terdampak Covid-19

Tak lama setelah itu, kelompok-kelompok teman dan keluarga yang ingin menikmati bir berjubel, seperti yang terlihat pada gambar-gambar di televisi dan media sosial.

Sebelum Senin ini, lebih dari lima juta warga Sydney berada dalam pembatasan sosial yang ketat sejak Juni 2021 dalam upaya pemerintah untuk menghadapi varian Delta yang sangat mudah menular.

Varian tersebut kemudian menyebar ke Melbourne dan ibu kota Australia, Canberra, hingga memaksa otoritas setempat untuk juga menerapkan karantina wilayah (lockdown).

Orang-orang menunggu dalam antrean saat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Sydney pada 18 Agustus 2021.
Orang-orang menunggu dalam antrean saat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Sydney pada 18 Agustus 2021. (AFP/SAEED KHAN)

Dominic Perrottet, kepala pemerintahan New South Wales meminta masyarakat Sydney -ibu kota negara bagian itu- agar mengendalikan kegembiraan mereka dalam menyikapi pencabutan lockdown.

Perrottet memperingatkan bahwa infeksi akan meningkat setelah berbagai tempat kembali dibuka.

Berdasarkan aturan yang sudah dilonggarkan, maksimal 10 orang yang sudah divaksin boleh berkumpul di rumah. Maksimal 100 orang boleh menghadiri acara pernikahan, juga pemakaman.

Toko-toko eceran boleh dibuka lagi namun daya tampung bagi pengunjung dikurangi.

Negara bagian tersebut berusaha mempercepat pelaksanaan vaksinasi agar pada Oktober 80 persen penduduknya sudah divaksin anti-Covid.

Sementara itu, orang-orang yang belum divaksin masih harus berada di rumah sampai 1 Desember 2021.

New South Wales sudah mencabut aturan lockdown setelah memenuhi target vaksinasi 70 persen penduduknya yang berusia dewasa.

Dengan gerakan vaksinasi yang sedang bergulir, Australia berencana kembali ke kehidupan normal.

Menurut rencana, negara itu mulai November akan mengizinkan para warganya yang sudah divaksin lengkap Covid-19 untuk masuk serta bepergian ke luar negeri secara bebas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved