Breaking News:

Berita Badung

BPPD Badung Harap Pembukaan Pariwisata Internasional Menyesuaikan Karakteristik Masa Liburan Wisman

Hal itu lantaran ada beberapa wisatawan yang liburnya hanya satu minggu atau tujuh hari khususnya Asian Market.

Istimewa
PHRI Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA –  Pembukaan  Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Bali dinilai harus memperhatikan masa libur Wisatawan.

Sehingga pemerintah diharapkan mampu memperhatikan asal atau negara wisatawan mancanegara yang diajak kerja sama.

Hal itu lantaran ada beberapa wisatawan yang liburnya hanya satu minggu atau tujuh hari khususnya Asian Market.

Sehingga pemerintah pun harus mempertimbangkan hari pelaksanaan karantina bagi wisatawan mancanegara.

Baca juga: Badung Terbantu Pajak BPHTB Selama Krisis, Pembukaan Wisman Diharapkan Mampu Menunjang Pendapatan

“Untuk itu SOP menyangkut lama masa karantina sementara diharapkan dipersingkat menjadi 3 hari. Sehingga wisatawan yang datang ke Bali bisa menikmati libur ke Bali,” ujar Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi Senin, 11 Oktober 2021

Menurutnya, negara-negara yang diajak bekerjasama untuk open border itu adalah Asian market, seperti Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Abu Dhabi, Dubai dan New Zealand yang rata-rata masa berlibur mereka adalah seminggu. 

Bahkan wisatawan Cina kurang dari 1 minggu. Jika masa libur mereka lebih banyak dihabiskan untuk karantina, itu sama halnya mereka datang ke Bali hanya untuk karantina.

“Maka dari itu perlu dilakukan penyelarasan waktu karantina. Tujuan wisatawan datang itu untuk berlibur, lantas untuk apa mereka datang dengan lebih banyak menghabiskan waktu untuk karantina,” jelas pria yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung itu.

Begitu pemerintah pusat men-declare penerbangan internasional dibuka ke Bali, diketahuinya sangat banyak bisnis parter dari luar negeri yang merespon antusias akan kebijakan itu.

Hanya saja jika karantina terlalu lama, diperkirakan dapat mengalihkan tujuan mereka berlibur ke destinasi lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved