Tips Kesehatan
Risiko Kesehatan Akibat Sering Begadang, Salah Satunya Meningkatkan Risiko Depresi
Ada sejumlah risiko kesehatan yang mungkin dialami sejumlah orang akibat sering begadang.
Tak jarang remaja mengalami kesulitan tidur sebelum pukul 23.00.
Selain karena tanggung jawab dan gangguan sosial, perubahan hormonal di masa pubertas juga memengaruhi kebiasaan tidur mereka.
Sebuah studi tahun 2013 di Journal of Adolescent Health menemukan bahwa remaja yang tidur lebih larut dari pukul 23:30 cenderung memiliki nilai rata-rata yang lebih rendah dan lebih rentan terhadap masalah emosional daripada mereka yang tidur lebih awal.
Studi ini menggarisbawahi pentingnya orangtua menegakkan membantu mereka disiplin dengan jadwal tidur dan mengurangi penggunaan perangkat elektronik di malam hari.
8. Meningkatkan risiko depresi dan suasana hati buruk
Dalam sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Depression and Anxiety, disebutkan bahwa salah satu akibat sering begadang adalah lebih mungkin mengalami gangguan depresi dan kecemasan, dibandingkan dengan orang yang terbiasa tidur lebih awal.
Tidur larut malam juga lebih mungkin berdampak negatif terhadap suasana hati, dengan suasana hati yang lebih di pagi harinya.
Penelitian lain menunjukkan bahwa hubungan antara pola tidur night owl dengan depresi mungkin sangat umum terjadi pada penderita diabetes.
Sebelumnya, penelitian tahun 2008 yang dipublikasikan di Personality and Individual Differences menemukan terbiasa tidur dan bangun lebih awal hari berkaitan dengan sifat keramahan dan kehati-hatian.
Sebaliknya, sering begadang berkaitan dengan neurotisme pada wanita dan remaja.
9. Lebih berisiko minum alkohol dan merokok
Risiko kesehatan akibat sering begadang lainnya termasuk menjalani gaya hidup tidak sehat lain, seperti minum alkohol dan merokok lebih banyak.
Tentu saja tidak semua orang yang sering begadang melalukan hal itu dan tidak ada bukti bahwa begadang mengarahkan pada perilaku ini.
Namun faktanya, jika seseorang begadang karena tidak bisa tidur, perilaku tidak sehat ini mungkin menjadi bagian dari masalahnya.
Baca juga: Mulai Dicairkan Besok, Siapa Saja Penerima Kuota Internet Gratis Kemendikbud?
Baca juga: Penyebab dan 7 Cara Alami Mengobati Radang Sendi
Menghindari risiko kesehatan akibat sering begadang
Setiap orang memiliki ritme sirkadian, termasuk mereka yang sering begadang.
Jika ingin menghindari sejumlah risiko kesehatan akibat sering begadang, Keck Medicine of USC menyarankan para night owl untuk secara bertahap mengubah jadwal tidurnya demi mendapatkan tujuh hingga delapan jam tidur di malam hari.
Asisten profesor kedokteran klinis dari Keck School of Medicine of USC sekaligus spesialis paru, perawatan kritis dan obat tidur di Keck Medicine of USC, Raj Dasgupta, MD, menyarankan untuk mempraktikkan kebiasaan tidur yang baik, termasuk mematikan semua gawai ketika hendak tidur dan melakukan hal-hal yang membuat tubuh rileks, seperti membaca buku.
Baca juga: Mengenal Black Ivory Coffee, Kopi dengan Harga Tinggi yang Berasal dari Kotoran Gajah
Baca juga: Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Boleh Atau Tidak Minum Paracetamol?
Baca juga: Ketahui Cara Mengisi e-HAC Via Aplikasi PeduliLindungi, Syarat Perjalanan Internasional
Hindari memikirkan banyak hal saat hendak tidur agar pikiran beralih ke mode istirahat.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 7 Risiko Kesehatan Akibat Sering Begadang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tidurgangguan-kecemasan-tips-sehat.jpg)