China
Taiwan Enggan Memulai Perang dengan China Tapi Siap Hadapi Musuh Sepenuhnya
Taiwan, negara produsen semikonduktor utama dunia, telah berulang kali mengatakan akan membela diri jika diserang China.
Pemerintah China pada Rabu 13 Oktober 2021 menyebut aktivitas militernya tersebut merupakan langkah untuk melindungi perdamaian dan stabilitas.
Beijing juga kembali menuding adanya kolusi antara Taiwan dengan pasukan asing untuk menabur ketegangan.
Tak Akan Tunduk pada Tekanan China
Sebelumnya, Presiden Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan China dan akan mempertahankan cara hidup demokratisnya.
"Semakin banyak yang kami capai, semakin besar tekanan yang kami hadapi dari China," kata Tsai Ing-wen seperti yang dilansir dari BBC pada Minggu 10 Oktober 2021.
Pidato Presiden Tsai Ing-wen pada Hari Nasional Taiwan 10 Oktober 2021 diberikan setelah Presiden China Xi Jinping bersumpah untuk memenuhi reunifikasi.
Selama bertahun-tahun, Taiwan atau China Taipei menganggap dirinya sebagai negara berdaulat, sementara China memandangnya sebagai provinsi yang memisahkan diri.
China juga tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mencapai penyatuan dengan Taiwan.
China telah mengirim sejumlah rekor jet militer ke zona pertahanan udara Taiwan dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa analis mengatakan penerbangan sejumlah jet militer China tersebut dapat dilihat sebagai peringatan kepada presiden Taiwan menjelang Hari Nasional pada Minggu 10 Oktober 2021.
Tsai Ing-wen terpilih kembali dengan telak sebagai presiden Taiwan pada tahun 2020 dengan janji untuk melawan China.
Dalam pidatonya pada hari Minggu 10 Oktober 2021, dia mengatakan Taiwan "berdiri di garis pertahanan pertama demokrasi".
Menurut dia, negara pulau itu tidak akan "bertindak gegabah", tetapi akan memperkuat pertahanannya untuk "memastikan bahwa tidak ada yang bisa memaksa Taiwan untuk mengambil jalan yang telah ditetapkan China untuk kita".
Jalan itu, katanya, tidak menawarkan "jalan hidup yang bebas dan demokratis bagi Taiwan maupun kedaulatan" bagi 23 juta penduduknya.
Penerbangan militer China ke zona pertahanan udara Taiwan telah secara serius mempengaruhi keamanan nasional dan keselamatan penerbangan, kata Tsai Ing-wen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kendaraan-militer-taiwan.jpg)