Klungkung
Bupati Klungkung Nyoman Suwirta Pantau Optimalisasi Mata Air Guyangan
Balai Wilayah Sungai Bali-Penita telah melakukan optimalisasi sumber mata air Guyangan dari kapasitas, 20 liter per detik menjadi 30 liter per detik.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA/ - Balai Wilayah Sungai Bali-Penita telah melakukan optimalisasi sumber mata air Guyangan dari kapasitas, 20 liter per detik menjadi 30 liter per detik.
Hanya saja, ternyata belum semua rumah di Desa Tanglad dan pejukatan memiliki sambungan air, sehinGga warga setempat masih harus membeli air tangki.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjelakan, setelah optimalisasi di sumber mata air Guyangan tersebut, seharusnya air bersih sudah bisa maksimal untuk didistribusikan di Desa Pejukutan dan Desa Tanglad.
Hanya saja dari hasil pantauannya, faktanya tidak semua rumah di kedua desa itu memiliki sambungan air.
Baca juga: Docking Rampung, KMP Nusa Jaya Abadi Akan Kembali Layani Penyebrangan ke Nusa Penida
Saat ini hanya ada keran umum.
"Ini juga yang menyebabkan masyarakat setempat selama ini masih harus membeli air tangki," ujar Suwirta, Jumat 15 Oktober 2021.
Disisi lain, Suwirta juga melihat banyak warga yang memiliki sambungan justru menampung air dengan tangki.
Lalu air itu dijual dengan harga yang lebih tinggi ke warga yang tidak memiliki sambungan air.
" Itu seperti resevoir bayangan. Syukur-syukur mereka mengambil dari water meter miliknya."
"Tapi kalau dia mengambil dari aliran pipa induknya, maka akan ada kehilangan air itu cukup tinggi di Nusa Penida. Sama halnya kalau hanya dipakai keran umum saja, brarti itu sama dengan los atau kehingan air juga," jelas Suwirta.
Baca juga: Sukses Raih Emas di PON XX Papua, Wayan Suatra Mengaku Bangga dengan Semangat Anaknya
Terkait hak itu, pihaknya menugaskan PDAM untuk segera mengumumkan kepada masyarakat Tanglad dan Pejukutkan agar segera mengajukan sambungan rumah.
"Warga Tanglad dan Pejukutkan silahkan respon lebih cepat, silahkan segera mengajukan sambungan rumah, karena air sudah ada, jangan sampai air ada hanya dimanfaatkan untuk keran umum saja," ungkap Suwirta.
Menurut Suwirta, jika semua mata air bisa dioptimalisasi, dirinya yakin kebutuhan air di Nusa Penida ini bisa tercukupi.
"Pemenuhan air di Nusa Penida di tahun 2021 ini sudah jalan dengan peminjaman PEN.
Saya yakin tahun 2022 semua masalah air bisa dicukupi. Mohon bersabar bagi yang belum mendapatkan air," imbuhnya. (Mit)
Berita Klungkung lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-kelungkungg.jpg)