Denpasar

Ruang Terbuka Feminist Space Gelar Pertemuan Sambil Ngobrolin Buku dan Bermusik

Bertempat di Taman Baca Kesiman, Jalan Sedap Malam No. 234 Kesiman Denpasar Timur, Feminist space menggelar pertemuan rutin

TRIBUN BALI / ARINI VALENTYA CHUSNI
Ruang Terbuka Untuk Bertukar Pikiran, Feminist Space Hadirkan Ngusik (Ngobrolin Buku dan Bermusik) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bertempat di Taman Baca Kesiman, Jalan Sedap Malam No. 234 Kesiman Denpasar Timur, Feminist space rutin menggelar pertemuan.

Pertemuan yang diadakan pada Jumat 15 Oktober 2021 ini mengusung tema Ngusik (Ngobrolin Buku dan Bermusik).

Dalam acara tersebut, feminist space membahas buku Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer.

Feminist Space mengadakan acara rutin ini bertujuan untuk memberikan ruang belajar terbuka bagi siapa pun yang ingin bertukar pikiran.

Pantauan Tribun Bali pukul 17.00 WITA, terlihat Ngusik ini dihadiri berbagai kalangan.

Ngusik memberikan kesempatan bagi siapa saja yang hadir untuk berpendapat tentang isu feminisme.

Baca juga: Kapolda Bali Harapkan Permasalahan di Adat Bisa Diselesaikan Melalui Forum Sipandu Beradat

Untuk diketahui, feminisme adalah gerakan ideologi yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan gender.

Diskusi tentang buku gadis pantai ini lebih berfokus pada peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Di mana perempuan juga memiliki peran yang sebenarnya tidak kalah dengan peran laki-laki.

Tapi di dalam buku gadis pantai tersebut karena keadaan lah yang membuat perempuan terpojok dan menerima keputusan orang tuanya untuk menikahkan dia dengan kaum elit.

Tak hanya itu saja, acara ini juga menghadirkan musik setelah diskusi.

Harapan dari acara ini adalah menekankan pada kaum perempuan bahwasanya menikah tidak hanya solusi dari semua permasalahan.

Tapi lebih dari itu, feminist space inginkan perempuan tidak mudah tertindas oleh paham feodalisme.

Baca juga: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Falala Chocolate Kolaborasi dengan Komunitas Titik Produktif

Feminist space dalam kegiatannya ini juga menghubungkan buku gadis pantai dengan peristiwa nyata yang ada di Bali. (*)

Berita Komunitas Lainnya

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved