Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

UPDATE: Masih Rentan Terjadi Longsor Susulan, Proses Penanganan Material di Kintamani Bangli Ditunda

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa mengungkapkan, sesuai pantauan pihaknya ada empat titik longsor yang cukup besar

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa 

Lebih lanjut saat dikonfirmasi soal jumlah warga yang terisolir, Agus mengaku pihaknya belum melakukan pendataan secara mendetail.

Namun diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan kepala keluarga.

"Pasca kejadian ini, secara operasi kami tidak mengungsikan (warga). Karena begitu ada gempa, mereka melakukan evakuasi secara mandiri. Yang di lima KK (Desa Terunyan) tadi, begitu ada gempa mereka langsung melaksanakan evakuasi secara mandiri. Mengungsi ke rumah kerabatnya," jelas Agus.

Lantas ditanya soal kebutuhan logistik bagi warga yang melakukan evakuasi mandiri, menurut Agus kebutuhan logistik untuk satu hingga dua hari kedepan masih bisa ditangani oleh warga.

Namun kedepan, apabila situasi belum juga membaik, dari dinas terkait baik Dinas Sosial maupun BPBD sudah menyiapkan.

Butuh Satu Hari untuk Pembersihan.

Agus mengatakan, warga sekitar hingga kini belum ada permintaan bantuan evakuasi keluar dari wilayah desa.

Ia mengungkapkan kebanyakan warga melalui kepala desa masing-masing meminta agar instansi pemerintah mempercepat upaya pembersihan akses jalan.

"Mungkin itu yang dibutuhkan saat ini. Tentunya kami pun berkeinginan kalau bisa dipercepat, mengapa diperlambat. Namun karena berada di bawah alam, tentunya cuaca menjadi kendala kami," katanya.

Pembersihan material longsor diperkirakan membutuhkan waktu sehari.

Baca juga: UPDATE Gempa Bali 4,8 SR: Bangli dan Karangasem Terparah, Korban Jiwa 3 Orang, 18 Orang Luka-luka

Agus mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU, dan yelah disiapkan dua unit alat berat berupa escavator dan mobil mob untuk mengangkut material longsor.

"Mudah-mudahan besok cuaca mendukung, dan tidak terjadi longsor susulan," harapnya.

Agus pada kesempatan itu juga mengatakan kejadian longsor pasca gempa di jalur Buahan menuju Desa Terunyan memang baru kali pertama.

Namun longsor yang diakibatkan oleh hujan, sudah pernah terjadi pada dua tahun lalu.

"Artinya tanah di sekitar memang tergolong rawan karena tanah di atas labil. Pohon-pohon besar sebagai penyangga juga tidak ada. Itu membuat sedimen tanah, pori-porinya terbuka saat terjadi hujan. Sehingga memicu longsoran dua tahun lalu. Kemudian sekarang, sisa longsoran dua tahun lalu, karena batunya tidak ada yang mengangga karena tanah yang dibawah untuk menyangga batu sudah longor. Sehingga sekarang saat diguncang gempa terjadi longsor," ungkapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved