Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

UPDATE: Masih Rentan Terjadi Longsor Susulan, Proses Penanganan Material di Kintamani Bangli Ditunda

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa mengungkapkan, sesuai pantauan pihaknya ada empat titik longsor yang cukup besar

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Terkait musibah tanah longsor yang terjadi di Kintamani pasca gempa bumi, hingga mengakibatkan tiga desa terisolir, pihak BPBD belum bisa melakukan evakuasi material longsor, lantaran masih rentan terjadi longsor susulan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa mengungkapkan, sesuai pantauan pihaknya ada empat titik longsor yang cukup besar.

Materialnya juga dinilai cukup banyak, selain dari volume pasir yang longsor juga terdapat batu-batu besar.

"Ini menjadi kendala tersendiri buat kami. Karena satu, kendala cuaca. Tadi sekitar jam 14.00 Wita, pasca evakuasi korban maunya kami melakukan pembersihan. Namun keburu hujan.

Baca juga: DAFTAR Nama 9 Warga Korban Gempa yang Dibawa ke RSU Bangli

Kemudian yang kedua, ternyata material longsoran dari Bukit Abang itu masih rentan terjadi.

Tadi sekitar pukul 15.30 Wita, saya di lokasi bersama teman-teman PU, itu ada material kerikil dan bongkahan batu besar," ungkapnya, Sabtu (16/10/2021).

Atas kejadian tersebut, alat berat yang sudah berada di lokasi langsung diminta kembali.

Evakuasi pun dihentikan dengan pertimbangan keselamatan operator alat berat.

Pihaknya juga menyampaikan pada personel dari TNI, dan telah disepakati jika tidak memungkinkan melakukan evakuasi material longsor hari ini.

"Mudah-mudahan besok cuaca mendukung, tidak ada lagi getaran-getaran yang memungkinkan ataupun memicu longsoran, sehingga target kami dalam satu hari besok untuk di jalan (pembersihan material) bisa clear.

Sehingga aktivitas warga dari tiga desa, Desa Terunyan, Desa Abang Songan, dan Desa Abang Batudinding bisa kembali melalui jalur darat.

Kami mohon maaf untuk warga di tiga desa itu, untuk sementara aktivitasnya untuk menuju kota Bangli ataupun Kintamani, kanggoin dulu menggunakan jalur danau," ucapnya.

Disinggung soal tenda yang besar yang dibangun di Dermaga Kedisan, Agus menjelaskan jika tenda ini bukan posko.

Tenda tersebut digunakan memudahkan tim, misalnya dropping peralatan seperti perahu.

Baca juga: Cerita Pilu Nyoman Sutama Saat Terjadi Longsor di Desa Terunyan Bangli, 2 Keluarganya Tak Tertolong

"Kemudian kalau ada bantuan yang akan diakselerasi ke lokasi terdampak, tujuannya untuk mempercepat dan memudahkan," ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved