Breaking News:

Berita Klungkung

Audit Kasus Dugaan Korupsi Air Tangki PDAM, Hasil Kerugian Lebih Tinggi Dari Perhitungan Kejaksaan

Inspektorat Klungkung telah merampungkan penghitungan nilai kerugian negara kasus dugaan korupsi penjualan air tangki di PDAM Klungkung

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Inspektur Daerah Klungkung I Made Seger. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Inspektorat Klungkung telah merampungkan penghitungan nilai kerugian negara kasus dugaan korupsi penjualan air tangki di PDAM Klungkung Unit Nusa Penida, Bali.

Meski belum diungkapkan dengan gamblang, namun Inspektur Daerah Klungkung, Made Seger menegaskan, kerugian negara yang disebabkan dari kasus tersebut lebih tinggi dari penghitungan estimasi Kejari Klungkung.

Made Seger menjelaskan, permohonan penghitungan kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi penjualan air tanki PDAM tersebut diterimanya 3 minggu lalu.

Inspektorat lalu menyetujui untuk melakukan audit terkait kasus tersebut.

Baca juga: Dicecar 100 Pertanyaan, Tersangka Dugaan Korupsi Penjualan Air PDAM Nusa Penida Diperiksa 5 Jam

"Saya balas surat permohonan dari Cabjari Nusa Penida, dan pada prinsipnya kami setuju. Saya minta mereka (Cabjari) lakukan ekspose, dan juga beberapa data penunjang yang lengkap dengan bukti," ujar Made Seger, Minggu 17 Oktober 2021.

Seminggu terakhir, auditor dari Inspektorat sudah turun ke Nusa Penida untuk melakukan audit kerugian negara dari kasus itu.

Inspektorat menyambangi beberapa desa yakni Pejukutan, Ped, Suana, Batununggul untuk mewawancarai warga yang menjadi pelanggan air tangki dari PDAM Nusa Penida.

"Setelah wawancara ke pembeli air tangki, kami juga mintai keterangan pihak PDAM. Hasil kroscek ke bawah (ke masyarakat) sudah kami cocokan juga dan kami analisa," jelas Made Seger.

Saat ini perhitungan kerugian negara itu sudah rampung.

Rencananya pihak Inspektorat akan menyampaikan hasilnya ke Kacabjari Nusa Penida pada pekan ketiga atau keempat bulan Oktober ini.

Walau sudah ada hasilnya, pihak Inspektorat masih enggan menyebut secara gamblang nilai kerugian negara dari kasus itu.

Baca juga: Estimasi Korupsi Capai Rp 5 Miliar, Ketua dan Karyawan Kredit LPD Desa Ped Nusa Penida Tersangka

Hanya saja Made Seger menegaskan jika perhitungan kerugian negara dari Inspektorat hasilnya lebih tinggi dari estimasi yang dikeluarkan pihak Cabjari Nusa Penida.

Sebelumnya, Cabjari Nusa Penida melakukan penghitungan kerugian negara secara intern terkait kasus dugaan korupsi penjualan air tangki di PDAM Klungkung Unit Nusa Penida, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp 304 juta. (*).

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved