Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Info Populer

Kenali Arti Hingga Fungsi Produk Herbal dan Jamu

Produk herbal dan jamu adalah dua sajian yang sering dikaitkan dengan kesehatan. Meski sering dianggap serupa, produk herbal dan jamu

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
ILUSTRASI- Ayunda saat menunjukkan proses pembuatan jamu kunyit di rumahnya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Produk herbal dan jamu adalah dua sajian yang sering dikaitkan dengan kesehatan. Meski sering dianggap serupa, produk herbal dan jamu sebenarnya memiliki beberapa perbedaan.

Hal itu disampaikan oleh Nova Dewi, Founder Suwe Ora Jamu dalam Live Instagram "Ngoenyah" @my.foodplace pada Jumat 8 Oktober 2021 lalu.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar perbedaan produk herbal dan jamu, coba simak tiga perbedaan produk herbal dan jamu berikut ini.

1. Definisi

Menurut Nova, produk herbal dan jamu memiliki definisi yang berbeda.

"Jadi sebenarnya bahasa herbal itu kan herbs ya atau segala sesuatu yang berasal dari tanaman," tutur Nova. 

Berbeda dengan produk herbal, Nova mengatakan, jamu berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu "Jampi" yang berarti doa dan "Usodo" yang berarti kesehatan.

"Kalau jaman dulu, kalau dari almarhumah nenek saya selalu bilang jamu itu adalah sebenarnya singkatannya jaga dirimu. Ketika kita ngomongin jaga dirimu, artinya kita bisa menjaga diri kita secara maksimal ya," kata Nova.

Sementara dalam terjemahan bahasa inggris, Nova menyebut jamu memiliki arti blend of mix herbs and spices that has benefitial health benefits atau campuran herbal dan rempah yang memiliki khasiat kesehatan

2. Bentuk dan produk turunan

Selanjutnya, produk herbal dan jamu juga memiliki bentuk dan produk turunan yang berbeda.

Produk herbal atau herbal merupakan tanaman yang kebanyakan memiliki bentuk serupa antara satu dan lainnya.

"Kalau herbs ini benar-benar herbal, herbs temulawak, herbs kunyit tetapi kalau dilihat semuanya bentuknya mirip," ujar Nova. Nova mengatakan, produk herbal memiliki banyak produk turunan, seperti teh herbal, rokok herbal, dan aromaterapi.

Jika herbal memiliki bentuk yang masih belum diolah, jamu memiliki bentuk sebaliknya, yaitu sajian yang sudah diolah dan bisa langsung disantap.

Singkatnya, jamu termasuk produk herbal yang dibuat dari aneka tanaman herbal. "Jamu itu adalah sebuah bentuk sudah menjadi minuman atau bentuk gaya hidup, boleh makanan atau minuman," tutur Nova.

Baca juga: WNA dan WNI yang Belum Vaksinasi Covid-19 Tetap Bisa Masuk Indonesia, Berikut Ini Ketentuannya 

Baca juga: Pembukaan Pariwisata Internasional di Bali, Okupansi Bisa Naik hingga 60 Persen

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved