Breaking News:

Berita Bangli

KESAKSIAN Keluarga Korban Longsor:Antari Telat Selamatkan Diri,Dia Lari Gendong Lionel Tertimpa Batu

Keluarga korban tanah longsor di Desa Terunyan menceritakan kisah pilu korban Ni Kadek Wahyu Antari (25) dan Lionel Adi Putra (8) yang meninggal dunia

Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana desa pasca longsoran bukit akibat gempa di kawasan Desa Trunyan, Kintamani, Bangli, Bali, Minggu, 17 Oktober 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Keluarga korban tanah longsor di Desa Terunyan, Kintamani, Bangli, Bali, menceritakan kisah pilu korban Ni Kadek Wahyu Antari (25) dan Lionel Adi Putra (8) yang meninggal dunia.

Bencana tanah longsor akibat guncangan gempa berskala 4,8 SR terjadi di Banjar Cemara Landung, Desa Terunyan. Sabtu 16 Oktober 2021 pukul 04.18 WITA.

Empat warga tertimbun tanah longsor dari Bukit Abang. Dua orang selamat, dan dua orang meninggal dunia yakni Antari dan Lionel.

Menurut kesaksian keluarga korban, I Nengah Tambun, sesaat sebelum kejadian dirinya sedang perjalanan dari Denpasar menuju Terunyan.

Pembudidaya ikan tersebut hendak memanen ikannya untuk dijual ke pasar.  

Nah tiba di wilayah Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, dirinya mendengar suara gemuruh. Saat tiba di lokasi kejadian, ia mendapati dua bangunan rumah telah tertimpa longsor.

Dikatakan Tambun, ada lima KK yang tinggal di Banjar Cemara Landung. Sementara bangunan rumah di tempat itu ada empat rumah, dan dua diantaranya terdampak longsor. 

Saat detik-detik kejadian longsor tersebut, Tambun mengatakan semua warga sejatinya sudah bersiap menyelamatkan diri.

Hanya saja, Antari sedikit terlambat karena ia menggendong Lionel Adi Putra sehingga tertimpa batu.

"Dia menggendong Lionel sambil lari. Namun sedikit lambat, hingga akhirnya tertimpa batu. Ia jatuh dengan posisi terlungkup," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved