Berita Denpasar

Kadis Kesehatan Provinsi Bali Usulkan Penerima Vaksin Booster Selanjutnya Adalah Pekerja Migran

Beredar isu bahwa vaksin booster sudah mulai disuntikkan ke pejabat Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya angkat bicara

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Beredar isu bahwa vaksin booster sudah mulai disuntikkan ke pejabat Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya angkat bicara mengenai hal tersebut.

Suarjaya mengatakan, vaksin booster masih diperuntukkan hanya pada nakes (tenaga kesehatan) saja.

Dan capaiannya hampir 95 persen di Provinsi Bali. 

Baca juga: Indonesia Peringkat 5 Dunia Vaksinasi Covid-19, Sudah Banyak yang Kebal

Baca juga: Denpasar Turun Jadi PPKM Level II, Pelanggar Masker Malah Meningkat, 15 Orang Didenda dalam 1.5 Jam

Baca juga: Heboh, Fenomena Awan Warna-warni Terlihat di Denpasar, Begini Penjelasan BMKG

"Booster baru untuk nakes, belum (untuk pejabat, red) untuk nakes saja, capaiannya 95 persen untuk nakes," katanya pada, Selasa 19 Oktober 2021. 

Sementara itu, Suarjaya juga turut mengusulkan agar penyuntikan vaksin booster selanjutnya diberikan pada pekerja migran. 

"Saya sudah ngusulin ke pusat tapi belum ada petunjuknya kita masih tunggu, belum ada keputusan untuk booster. Prinsipnya kalau memang pusat menyetujui untuk divaksin booster kan bagus untuk semua. Itu kan tergantung pusat juga untuk ketersediaan vaksin. Saya juga ngusulin ke pekerja migran sebenarnya," tambahnya. 

Baca juga: Puluhan Ribu KPM Belum Transaksi di Bali, Mensos Minta Pemda untuk Gerak Cepat Distribusikan Bansos

Baca juga: Pemesanan Hotel dan Paket Wisata di Bali Masih Sepi, Menparekraf Sandiaga Angkat Bicara

Baca juga: Mensos Akan Dirikan Lumbung Sosial Berisikan Bahan Makanan & BBM di 8 Titik Rawan Longsor

Alasannya mengusulkan pekerja migran untuk menerima vaksin booster karena ketika para pekerja migran yang divaksin menggunakan vaksin Covid-19 jenis Sinovac dan pergi ke Luar Negeri untuk bekerja, diusulkan agar menggunakan vaksin yang lain.

Hal tersebut dikarenakan tingkat efikasi dari vaksin sinovac yang cenderung rendah.

Baca juga: Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Boleh Atau Tidak Minum Paracetamol? 

Namun, Suarjaya mengatakan dari Kementerian Kesehatan ia belum mendapatkan programnya sehingga belum dapat dilakukan penyuntikan vaksin booster untuk pekerja migran.  

"Tapi dari Kementerian Kesehatan karena belum ada programnya masih belum bisa dilakukan," tutupnya.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved