Berita Bali
KABAR GEMBIRA: Wisatawan Australia Bakal Segera Lakukan Perjalanan Pariwisata ke Bali per 1 November
KABAR GEMBIRA: Wisatawan Australia Bakal Bisa Lakukan Perjalanan Pariwisata ke Bali per 1 November
Ini adalah bagian penting dari hubungan bilateral kita dan fokus kami di Konsulat-Jenderal," demikian tulis surat tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Tribun Bali masih berusaha mengonfirmasi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa terkait kemungkinan wisatawan Australia yang berlibur ke Bali dalam waktu dekat.
Seperti diketahui, selama ini wisatawan Australia merupakan wisman terbanyak yang berkunjung ke Bali.
Menurut data Badan Pusat Statistik Bali tahun 2019, jumlah kunjungan wisman terbanyak ke Bali berasal dari Australia dengan 19,78 persen.
Namun, sejak pandemi Covid-19, kunjungan tersebut otomatis merosot; di samping karena penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sempat ditutup.
Masa Karantina
Diberitakan sebelumnya, pemerintah tetap mewajibkan wisatawan mancanegara yang datang ke Bali, untuk menjalani karantina selama lima hari.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyebut, pihaknya sejatinya sangat ingin mengurangi masa karantina wisatawan asing menjadi dua hari.
Demikian disampaikan Cok Ace saat berkunjung ke Kantor Bupati Buleleng untuk mengukuhkan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Buleleng, Selasa 12 Oktober 2021.
"Keputusan masa karantina ini dinamis sekali. Kami sih berharap hanya dua hari. Mudah-mudahan ada perubahan lagi. Sekarang diputuskan lima hari karena faktor dan saran dari ahli dan menteri, karena varian MU ini kita belum tau penyebarannya seperti apa. Varian MU ini masih terus kami bahas," jelasnya.
Imbuh Cok Ace, meski penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai dibuka, Kamis 14 Oktober 2021, namun wisatawan mancanegara diprediksi tidak akan datang saat itu juga.
Kunjungan wisatawan diperkirakan akan meningkat setelah satu bulan ke depan.
Dengan dibukanya penerbangan internasional, ia berharap penyebaran Covid-19 di seluruh daerah di Bali tetap ditekan.
Sehingga tetap berada dalam kawasan zona hijau atau minimal kuning.
"Kalau sebaran vaksinasi di Bali sudah merata. Jadi setelah menjalani karantina selama lima hari, wisatawan yang datang ke Bali itu bisa ke mana pun sesuai dengan yang ia inginkan.
Makanya saya harapkan di seluruh daerah yang ada di Bali, zonanya jangan sampai berubah jadi merah. Jadi saya mohon kerjasama masyarakat dan seluruh pihak, agar mematuhi prokes, sehingga pariwisata bisa kembali bergeliat," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/surat-konjen-australia-kepada-kepala-dinas-pariwisata-provinsi-bali-wisatawan-australia.jpg)