Travel

Pariwisata Bali Mulai Bangkit, Kamar Apartemen di C21 Coffee & Spa Denpasar Sudah Penuh Dibooking

Selain apartemen, dengan fasilitas yang disediakan seperti hotel, karena ada restoran dan spa, pengunjung kebanyakan merupakan wisatawan domestik dan

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Pengunjung menikmati hidangan sambil berbincang di restoran C21 Coffee & Spa Denpasar, Kamis 21 Oktober 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dengan turunnya level Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali menjadi level 3 lalu ke level 2, dan pembukaan penerbangan internasioal, kunjungan wisatawan menunjukkan adanya peningkatan.

Salah satu penyedia jasa akomodasi pariwisata di Kota Denpasar, C21 Coffee & Spa, dari 12 kamar apartemen yang dimiliki, seluruh kamarnya sudah habis dipesan hingga akhir tahun ini.

“Pemesanan kamar sudah full, yang menyewa bulanan, dan ada juga yang tahunan. Kebanyakan yang menyewa tamu domestik karena dekat dengan Pantai Sanur,” kata Owner sekaligus pengelola C21 Coffee & Spa, Sandika Zulkarnain Iskandar, Kamis 21 Oktober 2021.

Selain apartemen, dengan fasilitas yang disediakan seperti hotel, karena ada restoran dan spa, pengunjung kebanyakan merupakan wisatawan domestik dan lokal Bali.

Baca juga: Australia Cabut Larangan ke Indonesia, BPPD Badung Apresiasi dan Langsung Lakukan Promosi Pariwisata

Bersama sang ayah, Darwin Iskandar, Sandika memulai usahanya di tengah pandemi Covid-19. Namun dia tetap optimis akan ada jalan usahanya bisa bertahan dan bahkan semakin berkembang maju.

Menurut Sandika, pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang untuk mulai membangun usaha. Apalagi kasus Covid-19 sudah menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu belakangan ini.

“Kalau tidak berani mencoba, mau sampai kapan kita seperti ini aja. Tidak ada salahnya kita mencoba membuka usaha,” tuturnya, sembari mengatakan sebelumnya dirinya juga ada pengalaman buka usaha kecil, berupa warung makan.

Mencegah adanya penularan Covid-19, pihaknya juga menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat di tempat usahanya, seperti menyediakan tempat cuci tangan hingga memasang thermo gun di lobi pintu masuknya.

Sementara itu, Darwin Iskandar membenarkan bahwa seluruh kamar yang ada di C21 Coffee & Spa sudah penuh.

Pria asal Kalimantan Barat ini menyebut tamunya kebanyakan wisatawan domestik dari Jakarta.

Dijelaskan, konsep usahanya seperti mini hotel, berisi kamar-kamar, restoran dan tempat spa dengan harga jauh lebih murah. Per kamar dibanderol mulai Rp 150 ribu dan treatment Balinese spa Rp 95 ribu per jamnya.

Padahal usahanya yang berlokasi di Jalan Sedap Malam No.164 Kesiman, Denpasar, ini baru dibuka 5 Oktober 2021, namun sudah mendapat respons positif dari masyarakat.

Terkait pengelolaannya, Darwin mengaku tak ragu menyerahkan ke anaknya.

“Saya suruh kuliah tidak mau, maunya kerja saja. Akhirnya saya serahkan ke dia yang mengelola,” ucapnya.

Baca juga: Pariwisata Bali Masih Ditopang Wisatawan Domestik, Ketut Budi: Aturan PCR akan Kurangi Kunjungan

Di tempat terpisah, Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, I Made Ariandi mengatakan perekonomian Bali 55 persen bersumber dari pariwisata, dan jika dihitung dengan turunannya mencapai 75 persen.

Lanjutnya, dengan pelonggaran aktivitas masyarakat dan dibukanya penerbangan internasional diharapkan agar tak terjadi euphoria berlebihan, dan masyarakat harus menahan diri agar kasus Covid-19 tak melonjak lagi di Bali.

Prokes menjadi syarat utama yang harus dipatuhi insan pariwisata, dibarengi penerapan CHSE dengan baik. Satgas Covid-19 juga melakukan evaluasi setiap minggunya.

Saat ditanya apakah Kadin optimis dengan dibukanya penerbangan internasional, kunjungan wisatawan mancanegara bisa normal kembali, Ariandi menegaskan sangat optimis.

“Kunjungan wisatawan mancanegara biasanya terprogram, sudah 2 tahun macet programnya. Mereka ada kerja keras, libur, kerja keras, libur. Hal itu sudah tertata dan menjadi siklus mereka,” terangnya.

Menurutnya, sejak Bali turun level PPKM, jalanan sudah mulai ramai karena orang-orang sudah tak tahan untuk berwisata, mereka suntuk hanya diam di rumah saja berbulan-bulan.

Bagaimana Bali mempersiapkan diri untuk menyambut Wisman? Dikatakannya, dengan diselenggarakannya G20 akan menjadi pemicu pulihnya pariwisata Bali.

“Desember ini  sudah mulai aktivitas kegiatan pra KTT G20 di Bali,” katanya.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved