Berita Denpasar
Pengerjaan Patung di Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar Sudah 80 Persen
Di kawasan Gajah Mada nantinya akan ada dua jenis patung buatan seniman Bali, yakni patung Ratu Mas Melanting dan Tri Semaya.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sekitaran Pasar Badung yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Denpasar akan dijadikan kawasan heritage.
Di kawasan tersebut nantinya akan ada dua jenis patung buatan seniman Bali yakni patung Ratu Mas Melanting dan Tri Semaya.
Untuk patung Ratu Mas Melanting dibuat langsung oleh Putu Marmar Herayukti.
Sedangkan patung Tri Semaya dibuat oleh Komang Gede Sentana Putra atau yang akrab disapa dengan Kedux.
Kepada, Tribunbali.com Marmar mengatakan patung buatannya hampir rampung 80 persen.
Baca juga: Penataan Gajah Mada Denpasar Sudah 45 Persen, Akan Ada Patung Digadang-gadang sebagai Ikon Baru
"Pembangunan patung itu sudah masuk di cetak master yang akan dicor logam jadi 20 persen lagi. Tinggal revisi-revisi minor saja, patung itu sudah dikirim ke Jawa Tengah untuk dicor logam. Jadi finishing patung ini adalah cor logam," ungkapnya pada, Jumat 22 Oktober 2021.
Rencananya posisi patung tersebut akan diletakkan di tengah kawasan heritage Pasar Badung.
Pengerjaannya sesuai dengan jadwal yakni memakan waktu sekitar 5 bulan.
Pengerjaan patung tersebut sudah dimulai dari 3 bulan lalu.
"Progres selesai di-instal itu tanggal 2 Desember 2021. Nantinya patung itu tinggi nya 4,5 Meter lebarnya mengikuti proporsinya. Kalau lebar bawahnya 180 Meter," tambahnya.
Baca juga: Penataan Kawasan Gajah Mada Denpasar Sudah 45%, Hujan Belum Pengaruhi Progres Pengerjaan
Alasannya memilih membuat patung, Ratu Mas Melanting karena, menurutnya jika berbicara tentang pasar, nama Kotanya saja Denpasar yang artinya utaranya Pasar.
Jadi Puri pada zaman dahulu berada di sebelah Utara Pasar dan hitungannya mungkin Pasar Badung ini.
"Kalau kita bicara tentang pasar, bukan sekadar tukar-menukar barang atau jual beli barang komoditi. Saya sempat buat penelitian kecil sebelum saya memulai tentang Melanting ini saya mulai mencari jejak kemaritiman."
"Jadi di mana gerbang-gerbang perdagangan dimulai, saya waktu itu datang ke Desa Julah, Buleleng. Saya buat grup diskusi bersama Profesor Ardika, beliau menjelaskan tentang bagaimana gerbang-gerbang pasar dan apa yang terjadi pada pasar," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jalan-gajah-mada-11.jpg)