Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Pengerjaan Patung di Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar Sudah 80 Persen

Di kawasan Gajah Mada nantinya akan ada dua jenis patung buatan seniman Bali, yakni patung Ratu Mas Melanting dan Tri Semaya.

Tayang:
Tribun Bali / Harun Ar Rasyid
Kawasan Gajah Mada Heritage pada Kamis Pagi 20 Mei 2021 

Lebih lanjutnya ia bercerita sebenarnya kegiatan di dalam pasar tidak hanya tukar-menukar barang, dalam pasar juga ada pertukaran bahasa, ide-ide kreatif dan pertukaran kebudayaan.

Maka di dalam pasar terdapat suatu elemen yang penting dalam kemasyarakatan.

Di mana ketika pasar hidup, perekonomian dan kebudayaan masyarakat akan terus berkembang.

Baca juga: Setelah Berkunjung, Menteri Perdagangan Ingin Pasar Badung Menerapkan SOP PeduliLindungi

"Prinsip Ratu Melanting ini kalau secara wujud sebenarnya beliau sudah selesai kalau ingin diwujudkan secara bentuk. Tapi secara prinsip yang ingin saya bangun atau ceritakan kembali karena prinsip masih ada sampai saat ini dan ingin saya kuatkan kembali bahwa dalam perdagangan, dalam kehidupan sekalipun kalau kita bicara kemakmuran ada beberapa elemen yakni yang pertama kesehatan," paparnya. 

Kesehatan sangat penting, dan dalam patung tersebut akan diceritakan di mana terdapat sebuah kekayaan yang isinya adalah tamba urip atau obat-obatan dalam kehidupan.

Elemen satunya yakni sangu urip yang artinya bekal atau uang untuk kehidupan tapi bisa juga diartikan ilmu pengetahuan. Itulah dua elemen penting yang ia sertakan dalam patung Ratu Mas Melanting. 

"Tapi prinsip yang paling penting bahwa dalam kegiatan perdagangan pelaku perdagangan, atau pun penjual transaksi dalam kehidupan ini akan terus berjalan. Itu ada beberapa hal yang penting diingat yakni jujur, adil, mutu. Siapa yang jujur, adil dan mutu dalam kehidupan ini akan mendapatkan intisari kemakmuran untuk kehidupan," katanya. 

Sementara itu, Kedux mengatakan patungnya pun sudah hampir rampung hingga 80 persen.

Patung Tri Semaya ini merupakan patung raksasa yang rencananya akan diletakkan di sisi kanan dan kiri jembatan Jalan Gajah Mada, Denpasar. 

"Tinggi patung Tri Semaya 3 meter. Selesainya targetnya barengan sih 6 Desember 2021 rencananya. Kan masih dibangunnya jembatan ini. Jadi patungnya mungkin lagi dua minggu sudah kelar nunggu jembatannya kering," kata, Kedux. 

Dalam proses pembuatan patung ini, Kedux tidak menemukan kendala yang berarti.

Kendala hanya pada pengiriman patung tersebut, di mana yang memerlukan muatan lebih karena berat patung yang mencapai 2 ton. 

"Mungkin nanti pas pengiriman saja ya soalnya patungnya kan patung solid tidak ada lubangnya di dalam, mungkin kendala di sana pengirimannya dari Gianyar. Karena patungnya sangat berat yakni 2 Ton. Mungkin lebih konsen mikirin pengiriman saja," lanjutnya. 

Kedux berharap lebih banyak lagi patung di Kota Denpasar.

Menurutnya jika tidak dilestarikan dari sekarang, wajah Denpasar atau Bali itu bisa sama dengan wajah kota-kota lainnya.

"Jadi karakternya kita gali lagi, kita bangkitkan lagi di zaman modern," tambahnya (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved