Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Australia Adalah Pasar Tradisional Pariwisata Bali, PHRI Badung: Semoga Secepatnya Datang ke Bali

Australia Adalah Pasar Tradisional Pariwisata Bali, PHRI Badung: Semoga Secepatnya Datang ke Bali

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi Pantai Kuta - Australia Adalah Pasar Tradisional Pariwisata Bali, PHRI Badung: Semoga Secepatnya Datang ke Bali 

TRIBUN-BALI.COM - Industri pariwisata yang menjadi tumpuan utama perekonomian Bali ambruk dihantam pandemi.

Setelah sekitar 1,5 tahun tak menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), lamat-lamat kabar baik itu mulai berhembus.

Sebenarnya penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mulai dibuka per Kamis 14 Oktober 2021.

Namun, hingga sepekan setelah penerbangan internasional dibuka, belum ada wisman yang datang berlibur ke Bali.

Meski begitu, Australia dikabarkan bakal mencabut larangan perjalanan internasional dari Australia per 1 November.

Jika kebijakan itu nantinya terwujud, wisatawan Australia pun sebentar lagi bakal bisa melakukan perjalanan pariwisata ke Indonesia, termasuk Bali.

Baca juga: KABAR GEMBIRA: Wisatawan Australia Bakal Segera Lakukan Perjalanan Pariwisata ke Bali per 1 November

"Dengan pembatasan yang dilonggarkan ini, kami berharap dapat segera melihat wisatawan Australia pertama kembali ke Bali dan memperdalam hubungan Australia-Bali yang sudah terjalin lama.

Ini adalah bagian penting dari hubungan bilateral kita dan fokus kami di Konsulat-Jenderal," demikian tulis surat tersebut." demikian isi surat yang dilayangkan Konsulat Jenderal Australia di Bali kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, tertanggal 21 Oktober 2021.

Ilustrasi - Surat Konjen Australia kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali - KABAR GEMBIRA: Wisatawan Australia Bakal Segera Lakukan Perjalanan Pariwisata ke Bali per 1 November
Ilustrasi - Surat Konjen Australia kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali. (Kolase Tribun Bali)

Lantas, bagaimana respons pelaku pariwisata terkait kemungkinan wisatawan Australia yang segera bisa berwisata ke Pulau Dewata?

Terlebih lagi, selama ini Australia adalah penyumbang wisaman terbesar ke Bali.

Menurut data Badan Pusat Statistik Bali tahun 2019, jumlah kunjungan wisman terbanyak ke Bali berasal dari Australia dengan 19,78 persen.

"Saat aturannya dicabut, media di Australia langsung mewawancarai saya. Saat itu saya jelaskan bagaimana kondisi Bali saat ini. Termasuk (saya katakan) kami sudah membuka pariwisata mancanegara," kata Ketua BPPD Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, Jumat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali, Putu Astawa mengaku belum bisa memberikan komentar terkait surat dari Konjen Australia terhadap pihaknya.

Ia mengaku belum melakukan koordinasi dengan pihak Konjen Australia.

Rencananya, dirinya akan bertemu untuk kemudian melakukan konferensi pers bersama.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved