Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Yama dan Nyama Brata, Berikut Sasana Seorang Sulinggih

Sulinggih adalah orang suci dan disucikan dalam ajaran agama Hindu di Bali dan Nusantara, berikut sasana seorang sulinggih

Tayang:
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti bersama para sulinggih saat melakukan puja dalam upacara Caru Bayuh Bumi di Besakih, Karangasem, Bali. 

Atau pengendalian diri tahap lanjut untuk mencapai kesempurnaan rohani serta kesucian batin. 

Bagian pertama adalah Akroda, yakni tidak boleh marah dan bahkan seorang sulinggih pantang marah.

Serta harus bijaksana, lemah lembut, dan simpati. Kedua adalah Guru Susrusa, yaitu taat melaksanakan pengabdian pada guru. 

Sauca, adalah para sulinggih harus atau dituntut menjaga kebersihan atau kesucian dirinya lahir batin.

Kemudian ada Aharalagawa, yakni sulinggih dilarang berperilaku tamak, rakus terhadap makanan.

Jadi diharapkan makan yang serba ringan dan bergizi. 

Lalu ada Apramada, yaitu seorang sulinggih tidak boleh ingkar atau mengabaikan kewajiban.

Selain itu, ada juga Dasa Dharma.

Diantaranya, adalah Drti yakni berpikiran bersih.

Ksama, yaitu suka mengampuni.

Baca juga: Apa Perbedaan Bawati Dan Sulinggih? Berikut Penjelasannya

Dama artinya selalu mengendalikan pikiran. 

Asteya, yaitu tidak berlaku curang atau mencuri.

Sauca, menjaga kebersihan lahir batin.

Indranigraha, yakni mengendalikan indria dan memfokuskan untuk pemujaan Tuhan.

Setelah itu, ada Hrih, yaitu mempunyai budaya maju.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved