Berita Bali
Yama dan Nyama Brata, Berikut Sasana Seorang Sulinggih
Sulinggih adalah orang suci dan disucikan dalam ajaran agama Hindu di Bali dan Nusantara, berikut sasana seorang sulinggih
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Widya, rajin menuntut ilmu dan mengisi diri.
Ada pula Satya, yakni jujur, setia, menuju kebenaran.
Dan terakhir Akhroda, adalah berkepribadian sabar.
Selanjutnya, jika membahas Catur Paramitha, maka ada Maitri, yakni ramah tamah, bersahabat dengan sesama mahluk.
Karuna, yaitu welas asih akan penderitaan orang.
Baca juga: Mengupas Fenomena Diksa Massal dan Mengenal 3 Guru Nabe dalam Diksa Sulinggih di Bali
Mudita, adalah menghargai dan mengakui akan keberhasilan orang lain.
Upeksa, tidak dendam, dan dapat melupakan atau memaafkan kesalahan yang diperbuat banyak orang.
Hal penting lainnya, adalah Tri Kaya Parisudha.
Bagiannya adalah Kayika, berbuat yang benar dan suci.
Wacika, berkata benar dan suci, serta Manacika yakni berpikir yang benar dan suci.
Inti dari semua ini adalah menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan yang harus benar dan suci.
Apalagi seorang sulinggih adalah panutan umat.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-rsi-bhujangga-melakukan-puja-dalam-upacara-caru-bayuh-bumi.jpg)