Breaking News:

Berita Buleleng

Buleleng Terima Bantuan Masker hingga Sabun Cuci Tangan dari BNPB

Buleleng menerima bantuan berupa ratusan ribu masker medis, hand sanitizer dan sabun cuci tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

tribun bali/Ratu Ayu Astri Desiani
BPBD Buleleng saat menerima bantuan masker, hand sanitizer hingga sabun cuci tangan dari BNPB, Minggu (24/10) 

Buleleng Terima Bantuan Masker hingga Sabun Cuci Tangan dari BNPB

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Buleleng menerima bantuan berupa ratusan ribu masker medis, hand sanitizer dan sabun cuci tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu 24 Oktober 2021.

Bantuan ini selanjutnya akan disalurkan kembali oleh Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng untuk masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, bantuan yang diterima dari BNPB berupa masker medis sebanyak 200 ribu buah.

Sementara hand sanitizer sebanyak 14.400 botol dengan isi masing-masing 100 mili liter, sabun batang sebanyak 19.944 buah, serta sabun cair sebanyak 9.984 botol.

Bantuan yang diterima ini akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, yang juga sebagai Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Untuk selanjutnya diputuskan akan disalurkan kemana saja.

Namun Ariadi menyebut, bantuan tersebut kemungkinan akan diberikan ke sekolah-sekolah yang telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), serta di sejumlah fasilitas umum.

"Bantuan dari BNPB ini pasti akan disalurkan lagi untuk masyarakat. Meski sekarang kasus terkonfirmasi sudah landai, tapi masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan," ucapnya

Baca juga: Sosialisasi Megaproyek Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk Dilanjutkan, Ada Tambahan Satu Desa yang Terdampak

Ariadi juga menyebut, kasus terkonfirmasi saat ini memang sudah melandai. Hal ini terlihat dari jumlah pasien bergejala ringan atau tidak bergejala yang menjalani isolasi di tempat terpusat, asrama Undiksha Desa Jinengdalem.

Di mana, per Minggu (24/10) tercatat hanya ada tiga orang yang menjalani isolasi di tempat terpusat itu.

Dalam waktu dekat, Satgas ungkap Ariadi, akan melaksanakan rapat evaluasi untuk membahas terkait isoter, mengingat saat ini jumlah pasien yang diisolasi di tempat tersebut, kian sedikit.

"Satgas nanti akan melaksanakan rapat evaluasi, apakah akan mencari isoter dengan kapasitas yang lebih kecil atau seperti apa," terangnya.

Baca juga: Pilkades Serentak Tahun 2021 di Kabupaten Klungkung Berjalan Lancar dan Aman

Mengingat saat ini jumlah pasien yang menjalani isolasi di tempat terpusat mulai berkurang, petugas yang melakukan pengawasan di isoter asrama Undiksha pun juga mulai dikurangi.

Jika sebelumnya diawasi sebanyak 12 orang petugas gabungan terdiri dari anggota Polri, TNI, BPBD, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Buleleng, kini isoter asrama Undiksha hanya cukup diawasi oleh enam orang petugas gabungan.

"Kalau Kompi C serta asrama SMA dan SMK Bali Mandara sudah ditutup sejak sebulan yang lalu. Sekarang isoter yang masih tersedia hanya di asrama Undiksha, itu pun hanya satu blok, karena memang kasus terkonfirmasi sudah mulai landai," tutupnya. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved