Berita Bali
Jadi Beban Masyarakat, DPRD Bali Sebut Aturan Tes PCR Masuk Bali Tak Masuk Akal
Pemberlakuan aturan baru calon penumpang pesawat terbang harus menjalani tes PCR benar-benar mendatangkan banyak masalah di lapangan.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana pengecekan dokumen kesehatan penumpang di pintu masuk terminal keberangkatan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin 5 Juli 2021.
Ia bercerita, dirinya sempat mencari tes PCR di daerah Sunset Road, Kuta. Namun dirinya tidak beruntung karena kuota sudah melebihi batas alias overload.
Begitu juga di beberapa rumah sakit swasta di kota Denpasar, semuanya penuh.
"Overload semua ini," kata Bayu saat berbincang dengan Tribun, Minggu.
Menurut Bayu, sebenarnya masih ada layanan tes PCR yang hasilnya bisa didapat dalam waktu hanya 4 jam, akan tetapi harganya selangit.
"Yang express harganya Rp 1,9 juta. Yang biasa H plus 2 baru keluar hasilnya, nah yang ini overload," kata dia.
Dia sangat menyayangkan adanya praktik komersialisasi test PCR tersebut.
Apalagi dengan menawarkan harga yang dirasa cukup menguras kantong.
"Parah ini kondisinya. Semuanya mau cari duit," kata dia. (gil)
Berita Terkait