Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

25 Orang Tewas Akibat Kebakaran Tempat Penyulingan Minyak di Nigeria

Omano dan seorang warga bernama Chikwem Godwin mengatakan ledakan terjadi pada Jumat subuh 22 Oktober 2021.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
Tribun Batam
Ilustrasi. Puluhan orang tewas dalam ledakan dan kebakaran sebuah tempat ilegal penyulingan minyak di Nigeria. 

TRIBUN-BALI.COM, YENAGOA - Sedikitnya 25 orang, yang beberapa orang di antaranya di bawah umur, tewas dalam ledakan dan kebakaran di sebuah tempat ilegal penyulingan minyak di Negara Bagian Rivers, Nigeria.

Demikian dikatakan seorang pemimpin masyarakat dan warga setempat, Minggu 24 Oktober 2021.

"Banyak yang jadi korban ... yang kami hitung ada 25 jenazah," kata Ifeanyi Omano, pemimpin masyarakat, kepada Reuters.

Baca juga: WNA Nigeria Kehabisan Uang, Aniaya Mantan Pacar dan Nekat Rampas Dompet & HP di Badung

Baca juga: 34 Warga Nigeria Tewas Dibantai dalam Serangan Kelompok Bersenjata

Ia menambahkan, "Kami belum tahu identitas mereka," dan bahwa beberapa orang di bawah umur juga tewas dalam peristiwa itu.

Omano dan seorang warga bernama Chikwem Godwin mengatakan ledakan terjadi pada Jumat subuh 22 Oktober 2021.

Menurut mereka, beberapa anggota masyarakat turut menjadi korban.

Seorang juru bicara kepolisian sebelumnya membenarkan bahwa ada ledakan, namun ia tidak mengungkapkan jumlah korban.

Tempat ilegal penyulingan cukup banyak bertebaran di kawasan Delta di Nigeria itu, yang kayak akan minyak, karena warga miskin setempat menyadap pipa-pipa minyak untuk membuat bahan bakar yang akan mereka jual.

Praktik penyulingan itu, yang secara sederhana dilakukan dengan hanya merebus minyak mentah di drum-drum minyak, sangat berbahaya.

Nigeria adalah negara penghasil minyak terbesar di Afrika.

Penyadapan atau perusakan jaringan pipa menyebabkan Nigeria kehilangan minyak rata-rata 200.000 barel per hari, yaitu lebih dari 10 persen dari produksi, kata para pejabat.

Pencurian dan perusakan pipa minyak turut menjadi penyebab polusi yang sangat parah di wilayah tersebut.

Api berkobar di peti kemas

Kebakaran pun terjadi pada Sabtu 23 Oktober 2021 di peti kemas kapal kargo yang membawa bahan kimia pertambangan dari British Columbia.

Coast Guard Kanada mengatakan pihaknya sedang bekerja dengan mitranya di AS untuk menilai situasi, termasuk bahaya lingkungan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved