Berita Bali
Terkait Polemik Sampradaya, Begini Tanggapan Puskor Hindunesia
"Ranah keyakinan adalah ranah pribadi, tetapi ketika mulai terorganisir masuk ke ranah konversi, propaganda, redoktrinisasi, maka ini yang salah,"kata
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Ida Bagus K. Susena, juga turut menanggapi polemik sampradaya yang terjadi belakangan ini.
Sejak lama ia juga mengamati dan mencermati apa yang sebenarnya terjadi.
Menurutnya, yang menjadi akar permasalahan sehingga timbulnya penolakan terhadap sampradaya, disebabkan karena adanya upaya redoktrinisasi oknum sampradaya terhadap Hindu yang sudah ada dan ajeg di Bali selama ini.
"Ranah keyakinan adalah ranah pribadi, tetapi ketika mulai terorganisir masuk ke ranah konversi, propaganda, redoktrinisasi, maka ini yang salah,"katanya dalam acara Bali Sekala-Niskala, yang tayang di YouTube Tribun Bali.
Baca juga: Begini Pendapat Bendesa Agung MDA Bali Terkait Kemelut Sampradaya
Gus Susena, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa masing-masing agama pasti mendoktrin umatnya.
Dan kebanyakan doktrin tersebut pasti lebih ke arah doktrin positif, semisal rajin sembahyang, hormat pada orang tua, dan sebagainya.
"Tetapi ketika ada keyakinan lain yang datang, pada keyakinan yang sudah ada. Maka itu melanggar undang-undang, karena negara melarang meng-agamakan orang yang sudah beragama," tegasnya.
Ia pun melihat ranah sampradaya telah mencapai hal itu selama ini.
Semisal dengan cara masuk ke sekolah, yang mana siswanya telah tenang mendapat ajaran agama Hindu diredoktrin lagi dengan ajaran sampradaya sehingga membingungkan.
"Kalau ranah pribadi tentu saja tidak masalah, tetapi ketika seseorang pindah keyakinan karena pengaruh orang lain yang setiap hari mendoktrin dengan ajaran baru, tentu tidak elok," imbuhnya.
Hal ini yang ditakutkan akan menghilangkan Hindu dresta Bali yang telah diwarisi leluhur sejak dahulu.
Namun Gus Susena mengingatkan, agar dalam mengatasi polemik ini di lapangan tidak dengan tindakan anarkis atau main hakim sendiri.
"Tentunya tetap harus memperlihatkan moral yang baik," tegasnya.
Untuk itu, dalam pengarahan akan hal ini sangat dibutuhkan campur tangan lembaga Hindu seperti PHDI dan sebagainya.
Baca juga: Puskor Hindunesia Harapkan Konflik Tak Pecah Hindu di Bali dan Nusantara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gus-susena-kjgdd.jpg)