Breaking News:

Mantan Pengacara Maradona Sebut Perawatan Medis untuk Kliennya Sangat Buruk

Pihak berwenang di kota di pinggiran utara Buenos Aires itu sedang menyelidiki penyebab kematian Maradona.

Editor: DionDBPutra
AFP/PATRICK KOVARIK
Diego Maradona (kiri) dan Pele (Kanan). 

TRIBUN-BALI.COM - Mantan pengacara Diego Maradona mengatakan, perawatan medis yang diberikan kepada kliennya sangat buruk.

Hal itu dia ungkapkan setelah memberikan kesaksian dalam penyelidikan kematian bintang sepak bola Argentina tersebut.

"Ada banyak kesalahan yang dilakukan karena Diego meninggal, mereka menggelembungkan pria malang itu sampai jantungnya meledak," ujar Matias Morla kepada wartawan setelah lebih dari tiga jam kesaksiannya di kantor kejaksaan di San Isidro, dikutip dari laman resmi AFP, Selasa 26 Oktober 2021.

Baca juga: Perawat Ricardo Almiron Dituduh Lalai yang Menyebabkan Kematian Maradona

Baca juga: Terungkap, Ahli Medis Simpulkan Penyebab Kematian Maradona

Pihak berwenang di kota di pinggiran utara Buenos Aires itu sedang menyelidiki penyebab kematian Maradona.

“Perawatan medis yang diterima Maradona sangat buruk, itu sebabnya dia meninggal," tambah Morla.

Maradona meninggal dunia karena serangan jantung pada 25 November 2020 dalam usia 60 tahun saat pulih dari operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di kepalanya.

Dia juga menderita masalah ginjal dan hati, gagal jantung, kerusakan saraf, dan kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Mendiang pemain sepak bola hebat itu menjalani pemulihan di kediaman pribadi di bawah pengawasan tim medis yang beranggotakan tujuh orang.

Anggota tim telah bersaksi dalam penyelidikan untuk menentukan apakah ada kelalaian atau malpraktik dalam perawatan Maradona.

Morla mengatakan, selama kunjungan terakhirnya kepada Maradona pada 16 November 2020, dia memiliki suara yang aneh, seperti robot, sangat tinggi, dan terputus-putus.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved